post

Lazio Nyaris Kalah Di Kandang Sendiri

Reporter F.B.C. Unione Venezia settore giovanile melaporkan bahwa Hasil Serie A Liga Itali kali ini menyorot tim yang berasal dari Kota Roma, yaitu Lazio. Tim besar itu nyaris kalah saat menjamu Bologna di kandang sendiri. Di ujung waktu babak ke-2 gol penyelamat tuan rumah baru bisa mengamankan nama baik klub di hadapan publik sendiri.

Disaksikan ribuan tifosinya, anak asuh Simone Inzaghi hampir saja harus menelan kekalahan. Hasil kurang bagus harus diterimanya, bermain imbang 1-1 menjadi hasil akhir yang mengecewakan para tifosi dan para petinggi klub. Di tuntut harus menang agar bisa menyodok ke papan atas pada klasemen Liga Itali nampaknya tidak bisa diwujudkan Marco Parolo dan kawan-kawan.

Bermain dengan pola menyerang sebagai tuan rumah, pasukan biancocelesti justru harus rela kehilangan tiga poin dan cukup dengan tambahan satu poin saja. “Kami memiliki banyak peluang tapi itulah sepakbola, disaat kami mengharapkan menang tapi sekali lagi keberuntungan tidak berpihak pada tim saat ini,” ujar Simone Inzaghi.

Dengan hasil yang kurang bagus ini, pasukan biru langit itu harus puas dengan posisi ke-5 di klasemen sementara Liga Itali. Mendapatkan 4 kali kemenangan, 2 kali bermain imbang dan 2 kali menelan kekalahan membuat biancocelesti mendapatkan total poin 14. Terpaut cukup jauh dengan Juventus yang berada di posisi pertama dengan perolehan poin 21 dari 8 kali pertandingan.

“Hasil pertandingan kali ini memang tidak membuat kami semua puas. Banyak peluang terbuang karena kesalahan kami sendiri dan saya rasa inilah hasil yang pantas untuk kami semua,” jelas Ciro Immobile. Ia merasa cukup kecewa namun tetap relevan dalam memandang jalannya pertandingan yang telah usai itu.

Gol Di Ujung Laga

ciro-immobile

Bermain dengan pola 4-3-3, menempatkan tiga penyerang sekaligus dan satu orang gelandang serang sepertinya tidak membuat rencana Simone Inzaghi berjalan mulus. Klub itu harus rela kebobolan terlebih dahulu pada menit ke-10 yang dilakukan oleh Ibrahima Mbaye yang berawal dari sebuah umpan tendangan bebas.

Gol cepat ini membuat biancocelesti terkejut. Respon yang diberikan Lazio atas gol cepat tersebut sebenarnya cukup baik sekali, beberapa kali pasukan Simone Inzaghi memborbadir petahanan Bologna. Meski penguasaan bola sepanjang babak pertama dikuasi penuh oleh tuan rumah namun tidak sebiji gol pun bisa mereka sarangkan ke gawang tim tamu.

Masuknya Luis Alberto menggantikan Sergej Milinkovic-Savic membuat jalannya pertandingan benar-benar dikuasai oleh Lazio. Simone Inzaghi merubah strateginya dengan menambah daya serang mereka itu. Bologna praktis hanya mampu bertahan sepanjang jalannya pertandingan.

Memasuki menit ke-90 nampak terlintas beberapa raut wajah dari para pemain Lazio semakin tegang. Gol penyelamat biancocelesti barulah bisa cetak pada menit ke-90+7 melalui titik putih. Sag eksekutor Ciro Immobile menyeploskan bola ke gawang Bologna dengan sempurna. Tendangannya mengecoh penjaga gawang, gol ini menjadi penyelamat bagi kubu Lazio dari kekalahan menyakitkan di kandang mereka sendiri.

Tanggapan Simone Inzaghi tentang jadwal bola malam ini

simone-inzaghi

Usai jalannya pertandingan dengan hasil imbang itu, beberapa pemain tuan rumah cukup kecewa dengan apa yang mereka dapatkan. Tambahan satu poin tidak sangat bagus bagi posisi Lazio di klasemen Liga Itali. Simone Inzaghi pun terlihat memberikan semangat kepada anak asuhnya tersebut.

“Tim telah bermain dengan cukup baik, tidak ada kesalah satupun dari mereka. Meskipun menguasai jalannya pertandingan tapi mereka (Bologna) bermain lebih efektif daripada kami. Ini adalah pelajaran berharga agar tidak membuang peluang di setiap menit selama pertandingan berlangsung,” ungkapnya kepada jadwal bola hari ini media di Italia seusai timnya di tahan imbang.

Performa Lazio sebelum jalannya pertandingan cukup baik sekali. Mereka berhasil memenangkan beberapa laga dan kini harus puas berada di urutan lima pada klasemen sementara.

post

Napoli Ingin Puncaki Klasemen Liga Itali

Persaingan klasemen Liga Itali semakin ketat, pemuncak sementara yakni Juventus harus bermain dengan hati-hati jika tidak ingin posisinya di gusur oleh Napoli. Keseriusan pelatih Maurizio Sarri sebagai kepala pelatih Napoli sangat berharap pasukan Massimiliano Allegri tergelincir saat melawan Udinese nanti.

Keseriusan pasukan berseragam biru itu memutuskan untuk fokus pada serie A Liga Itali. Mereka ingin sekali bisa merebut scudetto (gelar juara) pada musim ini. Kekuatan pasukan yang di arsiteki oleh pelatih fenomenal itu mampu berbicara banyak pada liga domestik. Perkembangan pada setiap permainan selalu menunjukkan grafik bagus.

Menanggapi keseriusan yang telah di canangkan oleh pihak klub itu membuat para pemain Napoli akan lebih sulit untuk kalahkan. Sang pelatih selalu memberikan instruksi kepada anak asuhnya itu untuk tidak pernah lelah mengejar bola agar bisa mendapatkan pola permainan.

“Saya selalu menginstruksikan kepada mereka untuk bisa bermain dengan cara berlari, bukan menunggu dan penguasaan bola yang bagus. Ini adalah sebuah strategi mendasar tapi saya selalu mengingatkan mereka akan hal tersebut dan terbukti sampai sekarang penampilan mereka sungguh luar biasa,” jelas Maurizio Sarri.

Berita Bola Statistik Napoli Di Laga Domestik

jose-callejon

Jose Maria Callejon bersama rekan-rekannya selalu bisa berbicara banyak pada setiap laga yang mereka jalani, baik itu domestik maupun Liga Champions. Statistik tim besutan Maurizio Sarri tersebut bisa dibilang cukup sukses sejauh ini dalam meraih setiap poin. Kekuatan tim ini berada di seluruh lini, memanfaatkan kecepatan para pemainnya dan operan-operan pendek mampu memberikan statistik bagus pada setiap laganya.

Meskipun beberapa pekan lalu Napoli baru saja menelan kekalahan pada lanjutan Serie A Liga Itali, saat melawan Atalanta dengan skor tipis 0-1. Tapi banyak pengamat yang menilai permainan anak-anak pasukan biru itu melakukan laga dengan cara yang fantastis dan cukup memukau penonton. “Kini Napoli telah berubah menjadi tim yang patut di perhitungkan. Statistik mereka sangat baik sekali,” terang beberapa pengamat sepakbola di Italia.

Sebelum anak asuh Maurizio Sarri menelan kekalahan melawan Atalanta, timnya itu mampu bermain bagus ketika melakoni tiga laga sebelumnya. Menang 3-1 atas Bologna, imbang melawan Genoa dan kembali menang saat menjamu Chievo dengan skor 2-0. Dari tiga laga itulah Napoli mendapatkan gaya permainan yang sesungguhnya.

Jadwal Bola Liga Italia Napoli Bukan Tim Kecil

napoli

Kehebatan Napoli sudah terkenal sejak jaman dulu. Klub ini merupakan tim dimana Maradona pernah bermain. Bersama pemain inilah klub yang bermarkas di San Paolo Napoli mendapatkan cukup banyak gelar.

“Kami bukanlah tim kemarin sore! Klub ini memiliki sejarah bagus dalam sepakbola, beberapa pemain legenda pernah berlabuh pada tim ini. Jadi sangat mungkin sekarang ini Napoli bisa mengulang sejarah itu dan kami berharap musim ini menjadi tahun baik kami semua,” ujar Maurizio Sarri.

post

Francesco Totti ‘Makin Tua Semakian Jadi’

Kapten AS Roma, Francesco Totti telah menginjak umur yang sudah tidak lagi muda, tapi penampilannya disetiap laga Serie A Itali selalu menjadi bahan perhatian lawannya. Memiliki usia 40 tahun. Sangat jarang ada pesepakbola profesional yang bisa mencapai puncak permainannya hingga usia setua itu.

Banyak rekan-rekan pesepakbola lainnya yang menyanjung kehebatan dari kapten srigala Roma itu. Penampilannya selalu memberikan pengaruh besar pada timnya itu. Menjadi seorang kapten dan gelandang serang yang memerlukan tenaga ekstra dalam bergerak membuat banyak orang iri.

“Ia adalah salah satu contoh pemain sepakbola profesional yang patut di tiru. Meski sudah dimakan usia, tapi ia mampu memberikan pengaruhnya pada tim di lapangan bahkan tidak jarang memberikan kemenangan bagi tim kebanggaannya tersebut,” jelas rekan-rekannya di Roma. Bukan hanya rekan-rekan satu timnya saja yang merasa kagum pada dirinya, tetapi para legend seperti Maradona juga memberikan sanjungan setinggi langit pada Totti.

Melihat usianya yang sudah tidak ideal untuk pemain sepakbola profesional, saat ini frekuensi penampilannya telah jauh berkurang tapi semua itu dilakukan bukan berarti kemampuan sang kapten berkurang, bahkan sebaliknya semakin tua dirinya semakin menjadi-jadi dalam kemampuannya mengolah bola serta mengontrol jalannya permainan bagi timnya.

as-roma

“Totti akan menjadi seorang legenda AS Roma. Kesetiaannya terhadap tim dan selalu menggunakan tenaganya dalam meraih kemenangan adalah contoh bagus bagi para pemain sepakbola lainnya,” tegas Luciano Spalleti yang merupakan pelatih Roma saat ini. Bersama pelatih tersebut kini srigala Roma berhasil merangkak naik ke posisi 3 besar klasemen Liga Itali.

Meskipun Totti sering duduk di bangku cadangan bahkan tidak jarang dirinya tidak masuk daftar lineup tapi kontribusinya bersama Giallorossi patut diberikan acungan jempol. Dia adalah sosok pemain yang bisa memberikan arahan kepada rekannya dan mampu mengangkat semangat tim ketika berada didalam kesulitan untuk mengejar ketinggalan gol.

Tanggapan Totti

Menanggapi banyaknya sanjungan dari para rekan-rekannya dan pemain sepakbola profesional lainnya, ia memberikan tanggapan yang penuh dengan keramah-tamahannya. Senyum khasnya kepada media saat dimintai keterangannya menunjukkan Totti benar-benar menjadi sosok pemain panutan.

Usianya sudah tidak muda lagi dan tidak ada yang sampai kapan dirinya akan terus bermain sepakbola bersama Roma. Hanya dirinya sajalah yang bisa mengetahui sampai kapan ia akan berhenti dari dunia sepakbola dan menggantungkan sepatunya. Bersiap menjadi seorang legenda Roma adalah impiannya sedari kecil dan kini impiannya itu bisa terwujud jika ia memutuskan untuk mundur dari sepakbola.

totti

“Saya tidak tahu kapan harus berhenti bermain sepakbola. Mungkin 2 tahun lagi saya akan pensiun tapi saya juga tidak berjanji kepada kalian karena sampai sekarang ini saya masih mencintai sepakbola,” tandas Fracesco Totti kepada awak media lokal di Italia. Jumpa persnya itu berlangsung sangat santai, ia memberikan tanggapan-tanggapan atas pertanyaan dari wartawan dengan candaan-candaan ringan.

Kata Spalleti

Pelatih AS Roma, Luciano Spalleti memberikan rasa hormat kepada Totti setinggi-tingginya. Menurut pelatih berkepala pelontos itu, ia merupakan salah satu pemain paling berpengaruh di tim oleh karena itulah banyak legenda sepakbola yang selalu memberikan sanjungan kepadanya.

“Usia bukanlah menjadi alasan bagi dirinya untuk mundur dari sepakbola. Totti semakin menjadi-jadi disaat usianya sudah tidak muda lagi dan ini bisa menjadi contoh baik bagi yang lainnya,” ungkap Spalleti.

“Saya bisa memahami kecintaannya terhadap tim ini, tapi sebenarnya ini bisa menjadi kabar buruk juga bagi para pemain muda. Dengan begitu mereka akan menganggap usia mereka akan bisa melebihi Totti padahal regenerasi harus tetap ada pada sebuah tim,” jelas pelatih yang saat ini sukses mengangkat derat Roma ke tiga besar klasemen Serie A Liga Itali.

post

Hasil Liga Itali : AS Roma Ungguli Inter Milan

F.B.C Unione Venezia di Liga Itali selalu menyuguhkan permaianan-permaianan berteknik tinggi. Beberapa hari lalu AS Roma berhasil mengalahkan Inter Milan di Stadion Olimpico. Bermain di kandang sendiri membuat anak asuh Luciano Spalletti bermain bagaikan srigala mengamuk yang merobek lawannya.

Inter Milan menjadi korban keganasan srigala Roma pada tanggal 3/10/2016. Menghajar tim kuat yang berasal dari kota Milan itu dengan skor cukup tipis yaitu 2-1. Kemenangan sempurna ini sangat memberikan keuntungan bagi Roma karena mereka harus menjaga peluang tetap terbuka untuk bisa mengejar poin pemuncak klasemen Liga Itali.

Jadwal Bola Hari Ini di Italia

Permainan yang menawan dan memberikan tontonan menarik bagi pemirsa maupun kedua soporter, benar-benar cukup sengit sekali. Hasil pertandingan kali ini mampu menarik perhatian beberapa pesepakbola profesional lainnya yang ikut menyaksikan lewat bangku penonton. Pertandingan sarat gengsi dan keras membuat jalannya laga tersebut menjadi sangat di tunggu oleh seluruh insan sepakbola dunia.

Meskipun anak asuh Luciano Spalletti keluar sebagai pemenang pada laga kali itu, namun bukan berarti pertandingan berjalan sangat mudah. Butuh perjuangan keras bagi serigala Roma untuk membobol gawang Inter Milan yang di kawal oleh Samir Handanoviv. Sebenarnya Frank De Boer sudah memberikan taktik dan strategis bagus untuk timnya tersebut tapi apa daya, dewi fortuna masih berpihak pada tuan rumah.

Gol Cepat

roma

Sebelum pertandingan ini berlangsung, sudah banyak pengamat yang akan memprediksi ketatnya laga tersebut. Gol cepat yang di lakukan kedua tim menunjukkan betapa seru dan sengitnya laga antara AS Roma versus Inter Milan itu.

Dzeko menjadi pembuka gol cepat pertama pasukan srigala pada menit ke-5 babak pertama. Mendapatkan operan cantik dari rekannya dan langsung berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang. Tanpa kesulitan pemain bernaluri pembunuh itu dengan tenang menceploskan bola ke gawang tim tamu. 1-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah melalui gol cukup cepat.

Gol cepat yang di lakukan oleh Edin Dzeko ini tidak lantas meruntuhkan mental anak asih Frank De Boer. Berselang beberapa menit saja, tim tamu bahkan hampir saja berhasil menyamakan kedudukan melalui tandukan keras dari Cristian Ansaldi berhasil namun di tepis oleh penjaga gawang Roma, Wojciech Szczensy yang bermain gemilang pada pertandingan itu.

Hingga pluit babak pertama di bunyikan, keadaan skor tetap 1-0 untuk kemenanga sementara tuan rumah. Memasuki babak ke-2, Mauro Icardi dan kawan-kawan langsung mendobrak barisan pertahanan tuan rumah yang di galang oleh Konstantinos Manolas. Di paruh babak kedua ini sepertinya Frank De Boer menginstruksikan pemainnya untuk tampil lebih agresif, hal ini dilihat dari intensitas serangan yang lebih sering di lakukan.

Terlalu asik menyerang dan memainkan penguasaan jadwal bola pada lini tengah lapangan, ternyata memberikan peluang bagi Roma untuk mengembangkan permainannya secara perlahan-lahan. Melalui serangan balik cepat dan umpan satu dua yang sangat apik di sisi sayap pertahanan Inter Milan dan di akhiri dengan umpan lambung melengkung ke kotak pinalti berakhir fatal bagi kubu tamu. Gol bunuh diripun terjadi, Icardi menjadi salah satu pemain penyebab papan skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Roma.

Berselang beberapa menit setelah terjadinya gol bunuh diri yang dilakukan oleh Icardi pada menit ke-67, langsung terjadi sebuah gol lagi. Tapi kali ini gawang Wojciech Szczensy yang berhasil dibobol oleh Ever Banega pada menit ke-72. Tidak lama kemudian papan skor pun berubah lagi menjadi 2-1, masih untuk keunggulan Roma.

Skor tersebut terus bertahan sampai bunyi pluit menandakan usai sudah pertandingan menarik pada lanjutan Serie A Liga Itali. Kemenangan mutlak untuk tuan rumah dengan permainan yang sangat bagus dan keras.

Menanggapi Gol Bunuh Diri

Jumpa pers bersama awak media dilangsungkan pada sebuah ruangan yang sudah disiapkan oleh panitia. Banyak wartawan yang menanyakan kepada pelatih Frank De Boer mengenai gol bunuh diri yang dilakukan oleh Mauro Icardi. Menurut pelatih berusia 46 tahun itu, kejadiannya cukup cepat dan ia enggan mencari alasan dalam kekalahan timnya.

spalletti

Bagi Roma, ucapan selamat banyak di layangkan kepada Fransisco Totti dan kawan-kawan. Mereka terlihat merasa puas dengan apa yang sudah di dapat pada laga tersebut. Kemenangan penting guna menjaga peluang dalam merebutkan papan atas pada klasemen Liga Itali.

“Saya sangat bangga dengan apa yang sudah mereka lakukan pada laga ini. Kami layak menang karena bermain lebih bagus dan lebih sabar dalam melakukan beberapa taktik,” Jelas Spalletti kepada awak media seusai laga.

post

Montolivo Di Doakan Mati

Pemain berusia 31 tahun, Riccardo Montolivo mengalami cedera parah dan yang paling parahnya lagi, beberapa orang medoakan pemain tersebut dengan doa-doa tidak pantas. Cedera otot ligamen yang sangat parah itu sempat membuat dirinya merasa frustasi, apalagi di tambah beberapa tekanan dari para orang tidak bertanggung jawan yang menginginkan pemain AC Milan itu semakin parah cederanya bahkan mati.

Pertarungan di Serie A Liga Itali memang cukup keras, tidak jarang terjadi benturan atau kontak fisik yang cukup keras. Dalam akun twitter pribadinya ia mengatakan “Cedera ini membuat furstasi yang cukup dalam.” Para nitizen pun berkomentar dan menebak-nebak apakah karirnya akan berakhir di usia ke-31.

Selain itu, Montolivo juga menuliskan pada akun pribadinya bahwa ia mengucapkan terimakasih kepada semua orang-orang baik yang di kenalnya maupun tidak yang telah mendoakannya untuk kesembuhannya itu. Tapi di lain sisi ia juga turut mengucapkan terimakasih kepada para suporter sepakbola Liga Itali yang tidak suka dengan dirinya dan mendoakan kematian atas dirinya.

Cederanya pemain sarat pengalaman itu benar-benar membuat skuad AC Milan merasa kehilangan. Di perkirakan cedera parah yang dialami Montolivo akan merusak karirnya di dunia sepakbola. Seandainyapun sembuh ia harus beristirahat kurang lebih selama 5 bulan.

“Dia (Montolivo) adalah pemain luar biasa di tim kami. Cidera yang menimpa dirinya, saya yakin bukanlan akhir dari karirnya dan kami seluruh tim akan selalu mendoakan kesembuhannya,” ujar sang pelatih Vicenzo Montela.

Meskipun ada beberapa orang yang tidak sendang dengannya dan mendoakan kematian, tidak sedikit juga yang bersimpati dan memberikan dorongan moril kepada Montolivo untuk bisa segera bangkit dari cedera parah yang dialaminya itu.

Bukan hanya pelatih AC Milan saja yang mendoakannya agar cepat bisa pulih. Kapten AS Roma, Francisco Totti juga turut memberikan semangat kepada rekannya di tim nasional Italia tersebut.

“Saya cukup sedih melihat Montolivo harus terbaring di meja operasi. Saya berharap ia mampu mengalahkan cederanya itu dan kita bisa bertanding bersama lagi,” kata Totti ketika di tanya media beberapa hari lalu.

Kapten AS Roma itu memang berteman sangat akrab sekali dengan Montolivo. Tidak jarang mereka berdua kepergok wartawan melakukan pesta di salah satu rumah dari mereka.

Montolivo Pulih Dalam Waktu 5 Bulan

riccardo-montolivo

Dokter yang menangani operasi lutut Montolivo memberikan kabar bahwa, operasi telah berjalan sukses dan berhasil. “Kabar gembira untuk jajaran tim AC Milan bahwa ia berhasil dengan operasinya dan bisa pulih dalam jangka waktu 5 bulan,” ucap salah satu dokter di rumah sakit Milan.

Kapten AC Milan sekaligus gelandang serang itu terlihat cukup sumringah karena operasinya berjalan lancar. Kepada media beberapa kali ia melambaikan tangannya melalui kaca di rumah sakit dimana ia di rawat sekarang.

Ahli ligamen yang menangani operasi lutut Montolivo, Profesor Dokter Herbert Schoenhuber mengaku puas dengan perkembangan sang pemain itu. “Dia adalah pemain hebat dan memiliki kemampuan untuk bertahan agar sembuh sangat tinggi, meskipun cederanya termasuk parah,” menurut pernyataan dokter tersebut kepada media.

Ucapan Terimakasih

ac-milan

Setelah operasi yang dijalaninya berjalan lancar dan berhasil, Montolivo mengucapkan banyak terimakasih kepada para rekan-rekannya satu tim maupun para pesepakbola profesional lainnya.

“Saya bisa bertahan menahan rasa sakit dan berjuang untuk kesembuahan cedera ini berkat doa kalian para rekan-rekan serta pesepakbola profesional semuanya. Saya mengucapkan terimakasih atas doa kalian,” ucap Montolivo saat di tanya oleh beberapa wartawan yang diberikan kesempatan untuk mewawancarainya.

Keberhasilannya mengatasi cedera lutunya itu memang membawa angin segar untuk sang pelatih, Montela. Namun i rossoneri harus bersabar sampai 4 atau 5 bulan kedepan jika ingin melihat kembali penampilan sang kapten tersebut.

post

AC Milan Berjuang Masuk 5 Besar Klasemen Liga Itali

Meskipun sekarang ini Liga terbaik di pegang oleh Liga Inggris, tapi nampaknya Serie A Liga Itali memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendukung klub negara tersebut. Bisa dilihat ketatnya persaingan pada klasemen sementara menunjukkan bahwa liga tersebut berjalan sangat kompetitif sekali.

Beberapa nama klub yang memiliki nama dan sejarah berpacu dan berlomba untuk menjadi yang nomer satu di negeri pizza tersebut. Juventus, AS Roma, Lazio, Napoli, Inter Milan dan AC Milan merupakan klub besar yang saat ini berusaha menjadi memuncaki klasemen sementara.

AC Milan saat ini sedang berjuang agar bisa meramaikan posisi 5 besar klasemen sementara. Sampai laga ke-7, tim besutan Vicenzo Montella itu belum mampu menembus 5 besar. Posisi ke-6 harus menjadi posisi terbaik klubnya hingga pertandingan ke-7 ini. Mendapatkan tiga kali kemenangan, satu kali imbang dan yang terakhir harus menerima satu kali kekalahan dari tuan rumah Udinese.

vicenzo-montella

Performa Riccardo Montolivo dan kawan-kawan sebenarnya tidaklah buruk hanya saja persaingan Seri A Liga Itali benar-benar sangat ketat. Dalam jumpa persnya ia memberikan penjelasannya kenapa tim yang dibelanya tersebut sangat sulit menembus lima besar pada klasemen.

“Pelatih dan pemain semuanya sudah bekerja sangat keras untuk memberikan permainan yang menghibur untuk para pendukung kami. Selain itu kami juga selalu beruusaha agar bisa mencetak gol pada menit-menit pertama agar menjatuhkan mental lawan, tapi keadaan di Serie A cukup ketat,” jelasnya kepada awak media lokal di Italia.

Menatap Kemenangan Atas Chievo

milan

Pekan yang akan datang pasukan I Rossoneri (julukan AC Milan) akan bersiap menhadapi Chievo. Jika Riccardo Montolivo berhasil menjinakkan lawannya itu maka peringkatnya akan naik ke posisi lima pada klasemen sementara. Memiliki poin yang sama telah membuat peluan bagi tim yang berada di Kota Milan ini merangsek ke papan atas.

Dalam lima pertandingan terakhir melawan Cheivo, anak asuh Montella berhasil memenangkannya sebanyak tiga kali dan dua kali bermain imbang. Ini berarti dalam lima pertemuan terakhir, I Rossoneri belum pernah mengalami kekalahan dari Chievo. Kemungkinan besar AC Milan akan bermain agresif agar bisa mendongkrak peringkatnya pada klasemen.

“Tim sudah sangat siap dalam laga selanjutnya melawan Chievo. Kami melakukan banyak latihan bersama pelatih dan semua rekan-rekan dalam kondisi 100% siap tanding,” pungkas sang kapten, Montolivo. Dalam menjawab pertanyaan beberapa awak media lokal, ia juga memberikan peringatan kepada rekannya agar bermain waspada karena Chievo bukanlah tim sembarangan.

Persaingan di Liga Itali menjadi sangat seru karena perolehan poin mulai dari posisi satu sampai sebelas hanya terpaut poin yang tidak terlalu jauh. Ini artinya semua tim masih memiliki kesempatan yang sama dalam memperbaiki posisinya di klasemen, termasuk AC Milan yang kini sedang berusaha keras agar bisa masuk ke lima besar.

post

Juventus : Marko Pjaca Cidera, Kami Tidak Panik!

Pimpinan klasemen sementara Liga Itali, Juventus harus rela kehilangan gelandang serang yang memiliki daya jelajah cukup bagus karena cidera. Marko Pjaca mengalami cidera retak tulang fibula. Salah satu andalan pemain tengah yang menjadi langganan starting line-up oleh pelatih Allegri Massimiliano ini, memiliki kelihaian dalam mengatur serangan bersama Hernanes dan Sami Khedira dapat merepotkan pertahanan lawan.

Kabar buruk yang menimpa skuad Allegri ini akan memberikan sedikit menurunya daya gedor si nyonya tua (julukan Juventus). Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, bisa terlihat sang kreator serangan, Pjaca melakukan kombinasi hebat bersama Hernanes dalam membangun serangan dari bawah.

Cideranya pemain berusia 21 tahun ini secara tidak langsung akan menurunkan daya serang yang dimiliki Juventus. Cidera yang di dapat Pjaca bermula ketia ia melakukan sesi latihan bersama tim nasional Kroasia beberapa hari lalu. Dia mengeluhkan rasa sakit pada bagian tulangnya dan terpaksa harus menghentikan latihannya dan masuk kedalam ruang terpisah dari rekan-rekannya di nasional.

Kerja kerasnya dalam menjaga lini tengah dan menjaga aliran bola dari belakang ke depan sangat dibutuhkan oleh tim nasional Kroasia maupun Juventus. “Dia adalah salah satu yang termasuk pemain andalan tim kami, Pjaca mengalami cidera serius dan itu merupakan kabar buruk bagi kami. Tapi saat ini klub masih memiliki banyak pemain bintang lainnya yang siap menggantikan dirinya selama cidera,” tutur Allegri.

marko-pjaca

Perkataan sang pelatih ini menunjukkan bahwa saat ini Juventus memang mengalami kerugian besar akibat cideranya pemain gelandang andalannya. Tapi Juventus bisa mengatasinya meski kehilangan satu pemain penting dalam tim. “Liga Itali memiliki kompetisi yang cukup ketat dan keras jadi kami sudah terbiasa dengan pemain cidera seperti Pjaca dan kami bisa mengatasi lubang di bagian lini tengah,” jelas sang pelatih bertangan dingin itu.

Pjaca adalah pemain dengan paspor Kroasia, umurnya saat ini masih sangat muda sekali namun memiliki kualitas visi misi bagus dalam melakukan sepakbola modern. Bersama rekan-rekannya di Juventus ia adalah sosok yang cukup baik dan memiliki banyak pertemanan. “Retaknya tulang fibula pada kakinya tidak akan mengakhiri karirnya karena ia masih sangat muda dan memiliki kemampuan diatas rata-rata,” tutur sahabatnya, Hernanes.

Berita Bola Terkini Claudio Marchiso Siap Melapis Marko Pjaca

marko-pjaca-juventus

Juntus harus berterimakasih kepada Aleggri karena ia telah tepat dalam membeli beberapa pemain. Cideranya Pjaca sepertinya akan di lapis atau di gantikan oleh gelandang serang yang cukup energik yaitu Claudio Marchiso. Meskipun umurnya tidak lagi muda yaitu 30 tahun, tapi pengalamannya sangat dibutuhkan pada pertandingan-pertandingan penting.

Mengarahkan para juniornya dalam mengolah lapangan tengah agar bisa menjadi lebih solid sangat diharapkan oleh Aleggeri. Peran Marchisio tentunya tidak akan sama dengan Pjaca. Ia akan di pasang untuk menjaga kedalam sebagai pemain jangkar dan memberikan kebebasan kepada Sami Khedira untuk mengeksplorasi lini tengah bersama Hernanes.

Serie A Liga Itali sudah memainkan laga sebanyak 7 kali dan Juventus bertengger di pucuk klasemen sementara dengan raihan poin nyaris sempurna yaitu 18 poin. Hanya mengalami satu kali kekalahan saat menghadapi tuan rumah Inter milan, selebihnya poin penuh berhasi di raih.

post

Kontra Lazio, Udinese Tersungkur Di Kandang Sendiri

Liga Itali semakin seru dan sengit. Rebutan posisi puncak dengan pautan poin yang tidak terlalu jauh. Minggu malam, 2 Oktober 2016, Lazio membuat klasemen Serie A menjadi lebih menarik lagi. Pasukan Simone Inzaghi berhasil menghempaskan tuan rumah Udinese di Dacia Arena, dengan skor yang cukup telak yaitu 0-3.

Permainan yang memukau justru di tampilkan oleh para pemain Biancocelesti. Meskipun bertindak sebagai tim tamu, nampaknya gaya permainan anak asuh Inzaghi itu tetap tampil lepas dan terus melakukan serangan demi serangan. Terlihat cukup jelas sekali, bahwa Udinese seperti kehilangan tajinya ketika menjamu Lazio.

Suporter yang membuat seisi stadion Dacia Arena bergemuruh, sepertinya tidak membuat nyali si elang biru Lazio ciut sedikitpun. Justru tim tamu memiliki permainan yang sangat berkembang. Umpan-umpan matang dari kedua sayap mereka yang bermain agresif mampu memberikan tekanan serius kepada pemain bertahan Udinese.

Terihat dari pinggir lapangan, nampak raut wajah pelatih Giuseppe Iachini cukup tegang melihat anak asuhnya menjadi bulan-bulanan tim tamu pada menit-menit awal pertandingan babak pertama. Ia sibuk memberikan arahan kepada anak buahnya dari pinggir lapangan dengan berteriak memberikan instruksi untuk tidak memberikan ruang gerak pada pemain sayap Lazio.

Kekhawatiran Iachini sepertinya sangat beralasan karena timnya bermain dibawah performa terbaiknya pada laga berjalan. Permainan keras terpaksa harus di peragakan tim tuan rumah agar bisa membendung serangan yang mengalir bagaikan air ke pertahanan mereka. Akibatna pada menit ke-21 Thomas Heurtaux harus melanggar dengan keras salah satu gelandang serang Lazio dan tanpa ampun, wasit memberikan kartu kuning kepadanya.

Malapetaka bagi Udinese datang pada menit ke-28. Penjaga gawang Udinese, Orestis Karnezis harus memungut bola dari dalam gawangnya. Gol pertama bagi Lazio ini di cetak oleh penyerang, Ciro Immobile. Berawal dari sebuah sepak pojok yang melambung tinggi menjadi sebuah kemelut berbahaya di dalam kotak pinalti. Tanpa ragu pemain berusia 26 tahun itu melakukan sundul dengan apik kedalam gawan tuan rumah. Skor 0-1 untuk tim tamu!

Babak pertama menjadi milik Lazio dengan hasil pertandingan dan performa yang cukup bagus sekali. Memasuki babak kedua nampaknya Udinese  berusaha bangkit dengan bola-bola diagonalnya. Penyerang mereka Duvan Zapata sempat memiliki beberapa peluang namun penyelesain akhir yang tidak bagus membuat usaha rekan-rekannya sia-sia. Pada laga Serie A kali ini terlihat pasukan Inzaghi memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan Udinese.

Menit 54 lagi-lagi Danilo dan kawan-kawan harus menelan pil pahit, karena gawang mereka kembali kebobolan. Kali ini Balde Keita degan cermat mencetak gol ketika harus satu lawan satu dengan penjaga gawang dan bola berhasil di tendang ke arah kiri gawang. Pertandingan seperti tidak seimbang, karena beberapa kali kualitas pemain tim tuan rumah begitu mudah di halau barisan lini tengah Lazio yang di komando oleh Sergej Milinkovic. Ia berhasil mengacak-ngacak konsentrasi para pemain lawan, dengan kemampuan mengolah bola dan umpan matang yang selalu diberikan kepada sisi sayap benar-benar sangat memberikan tekanan.

Tidak berselang lama pada menit ke-61 gol ketiga tercatat di papan skor. Lagi-lagi pemain penyerang andalan Lazio Ciro Immobile berhasil membuat pendukung tuan rumah harus terdiam. Melalu kerjasama di depan kotak pinalti, umpan tik-tak satu dua mengecoh dua pemain bertahan dan tanpa ampun tendangannya langsung menerobos penjaga gawang. Skor 0-3 untuk keunggulan si elang biru ini bertahan sampai 90 menit.

Kemenangan Penting

lazio

Biancocelesti sangat memerlukan kemenangan pada laga tersebut, pasalnya agar posisi mereka bisa bertahan di 5 besar klasemen Serie A Liga Itali. Atas kemenangan itu, Lazio berhasil bertahan di posisi ke-4 klasemen sementara. Sedangkan Udinese harus rela berada di posisi ke-16.

Kemenangan 0-3 kontra Udinese sontak memberikan modal bagus bagi mental Simone Inzaghi bersama timnya. Konsistensi yang di perlihatkan pasukan elang biru memang cukup bagus, hal ini bisa terlihat pada laga-laga sebelumnya. Dari 7 pertandingan, Lazio berhasil mendapatkan poin 13 dan hanya menderita 2 kali kekalahan serta 1 kali hasil imbang.

Kemenangan penting ini di akui oleh pelatih mereka. “Tim sudah bermain luar biasa dan kami memang pantas menang malam ini. Semua strategi dan instruksi berhasil di jalankan dengan baik oleh semua lini. Hasil 0-3 ini sangat penting bagi kami dalam menatap tangga juara, meskipun perjalanan masih cukup panjang” jelas Simone Inzaghi.

Sementara itu, bagi udinese hasil ini sangatlah buruk sekali. Permainan dibawah standar yang harus bisa menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Menyusul kekalahan menyakitkan itu berhembus kabar bahwa posisi pelatih Giuseppe Iachini sedang tidak aman. Rumor itu sepertinya bisa saja menjadi sebuah kenyataan, pasalnya kini peringkat Udinese sangat tidak bagus sekali dan jauh dari tangga juara.

Penguasaan Bola

udinese

Meskipun bertindak sebagai tuan rumah, nampaknya statistik dari para pemain Udinese sangat buruk sekali. Penguasaan bola pada babak pertama terlihat sangat jomplang  sekali. Lazio yang notabennya sebagu tim tamu justru mampu menguasai bola sebesar 62% dan sebaliknya tuan rumah hanya 38%.

Pada paruh babak kedua anak asuh Iachini mampu memberikan perlawanan meskipun kerap aliran bola terputus oleh di sipilinnya pertahanan Lazio. Penguasaan bola di babak kedua, tuan rumah juga masih kalah jika di bandingkan pasukan elang biru. Udinese hanya berhasil melakukan penguasaan atas bola sebesar 45%. Dari statistik ini terlihat kualitas atau kesiapan mereka cukup kalah kelas oleh Lazio.

Formasi Dan Strategi

Beberapa komentar dari para pendukung Udinese mengatakan bahwa Giuseppe Iachini salah dalam menerapkan formasi dan susunan pemain stater. Mengguakan pola formasi 4-3-1-2 akan cukup sulit jika harus bertemu dengan tim yang mengandalkan lebar lapangan dalam melakukan menyerang.

Sementara itu Lazio berhasil memperdaya strategi yang di terapkan oleh Udinese dengan melakukan beberapa umpan melebar. Memanfaatkan kualitas pemain sayap yang lincah dan memiliki tipe pekerja keras, cukup jelas membuat barisan pertahanan Danilo cs sangat keteteran dalam membendungnya.

Simone Inzaghi menerapkan pola formasi 4-2-3-1 dimana ia menggunakan dua gelandang bertahan yang saling melengkapi. Marco Parolo sesekali membantu serangan sambil menjaga kedalam tim ketika posisi menyerang. Sedangkan duetnya Senad Lulic di plot sebagai gelandang bertahan yang membantu Stefan de Vrij dalam menjaga area kotak pinalti dari serangan lawan.

Dua gelandang bertahan dan tiga pemain di depannya yang menjadi kreator serangan mampu menjalankan fungsi dan tugasnya dengan sangat baik selama 90 menit jalannya pertandingan. Dalam pertandingan tersebut, peraktis penjaga gawang Lazio Thomas Strakosha memiliki pekerjaan yang cukup ringan karena rapatnya pertahanan.

Hasil pertandingan Udinese kontra Lazio ini memberikan sebuah pelajaran penting bagi pelatih Iachini untuk tidak salah dalam menerapkan formasi maupun susunan pemain pada pertandingan Liga Itali pekan depan. Selanjutnya pada Udinese akan menghadapi Pescara dan Lazio harus bertemu lawan tangguh yaitu Bologna.