post

Lazio Nyaris Kalah Di Kandang Sendiri

Reporter F.B.C. Unione Venezia settore giovanile melaporkan bahwa Hasil Serie A Liga Itali kali ini menyorot tim yang berasal dari Kota Roma, yaitu Lazio. Tim besar itu nyaris kalah saat menjamu Bologna di kandang sendiri. Di ujung waktu babak ke-2 gol penyelamat tuan rumah baru bisa mengamankan nama baik klub di hadapan publik sendiri.

Disaksikan ribuan tifosinya, anak asuh Simone Inzaghi hampir saja harus menelan kekalahan. Hasil kurang bagus harus diterimanya, bermain imbang 1-1 menjadi hasil akhir yang mengecewakan para tifosi dan para petinggi klub. Di tuntut harus menang agar bisa menyodok ke papan atas pada klasemen Liga Itali nampaknya tidak bisa diwujudkan Marco Parolo dan kawan-kawan.

Bermain dengan pola menyerang sebagai tuan rumah, pasukan biancocelesti justru harus rela kehilangan tiga poin dan cukup dengan tambahan satu poin saja. “Kami memiliki banyak peluang tapi itulah sepakbola, disaat kami mengharapkan menang tapi sekali lagi keberuntungan tidak berpihak pada tim saat ini,” ujar Simone Inzaghi.

Dengan hasil yang kurang bagus ini, pasukan biru langit itu harus puas dengan posisi ke-5 di klasemen sementara Liga Itali. Mendapatkan 4 kali kemenangan, 2 kali bermain imbang dan 2 kali menelan kekalahan membuat biancocelesti mendapatkan total poin 14. Terpaut cukup jauh dengan Juventus yang berada di posisi pertama dengan perolehan poin 21 dari 8 kali pertandingan.

“Hasil pertandingan kali ini memang tidak membuat kami semua puas. Banyak peluang terbuang karena kesalahan kami sendiri dan saya rasa inilah hasil yang pantas untuk kami semua,” jelas Ciro Immobile. Ia merasa cukup kecewa namun tetap relevan dalam memandang jalannya pertandingan yang telah usai itu.

Gol Di Ujung Laga

ciro-immobile

Bermain dengan pola 4-3-3, menempatkan tiga penyerang sekaligus dan satu orang gelandang serang sepertinya tidak membuat rencana Simone Inzaghi berjalan mulus. Klub itu harus rela kebobolan terlebih dahulu pada menit ke-10 yang dilakukan oleh Ibrahima Mbaye yang berawal dari sebuah umpan tendangan bebas.

Gol cepat ini membuat biancocelesti terkejut. Respon yang diberikan Lazio atas gol cepat tersebut sebenarnya cukup baik sekali, beberapa kali pasukan Simone Inzaghi memborbadir petahanan Bologna. Meski penguasaan bola sepanjang babak pertama dikuasi penuh oleh tuan rumah namun tidak sebiji gol pun bisa mereka sarangkan ke gawang tim tamu.

Masuknya Luis Alberto menggantikan Sergej Milinkovic-Savic membuat jalannya pertandingan benar-benar dikuasai oleh Lazio. Simone Inzaghi merubah strateginya dengan menambah daya serang mereka itu. Bologna praktis hanya mampu bertahan sepanjang jalannya pertandingan.

Memasuki menit ke-90 nampak terlintas beberapa raut wajah dari para pemain Lazio semakin tegang. Gol penyelamat biancocelesti barulah bisa cetak pada menit ke-90+7 melalui titik putih. Sag eksekutor Ciro Immobile menyeploskan bola ke gawang Bologna dengan sempurna. Tendangannya mengecoh penjaga gawang, gol ini menjadi penyelamat bagi kubu Lazio dari kekalahan menyakitkan di kandang mereka sendiri.

Tanggapan Simone Inzaghi tentang jadwal bola malam ini

simone-inzaghi

Usai jalannya pertandingan dengan hasil imbang itu, beberapa pemain tuan rumah cukup kecewa dengan apa yang mereka dapatkan. Tambahan satu poin tidak sangat bagus bagi posisi Lazio di klasemen Liga Itali. Simone Inzaghi pun terlihat memberikan semangat kepada anak asuhnya tersebut.

“Tim telah bermain dengan cukup baik, tidak ada kesalah satupun dari mereka. Meskipun menguasai jalannya pertandingan tapi mereka (Bologna) bermain lebih efektif daripada kami. Ini adalah pelajaran berharga agar tidak membuang peluang di setiap menit selama pertandingan berlangsung,” ungkapnya kepada jadwal bola hari ini media di Italia seusai timnya di tahan imbang.

Performa Lazio sebelum jalannya pertandingan cukup baik sekali. Mereka berhasil memenangkan beberapa laga dan kini harus puas berada di urutan lima pada klasemen sementara.

post

Di Prediksi Bologna Akan Kalah Melawan Lazio

Prediksi lanjutan dari Serie A Liga Itali antara tuan rumah Lazio akan menjamu tamunya Bologna pada tanggal 16/10/2015 di Stadio Olimpico. Ribuan pendukung fanatik yang akan memadati stadion akan memberikan tekanan besar pada Bologna. Pasukan elang biru (julukan Lazio) sedang dalam kondisi mental sangat bagus untuk membungkam tamunya pada laga ke-8 Liga Itali.

Keadaan terbalik yang dialami oleh kubu Roberto Donadoni. Sebagai pelatih Boliogna ia mengakui bahwa kondisi pemainnya tidak terlalu bagus. “Tim berada di posisi papan tengah dan ini sangat tidak bagus untuk kondisi mental, tapi kita lihat nanti saya sudah membuat kejutan untuk Lazio,” jelas sang pelatih.

Bologna berada di posisi ke-11 pada klasemen sementara Liga Itali dan terpaut hanya tiga poin saja dari Lazio yang berada di peringkat 4. Kemenangan ini wajib bagi Donadoni untuk di dapat jika ingin merangkak naik pada klasemen. Pelatih berumur 53 tahun ini cukup berbahaya dalam menerapkan strategi dan formasi. Namun, sebagian pengamat tetap menhagokan Lazio sebagai pemenangnya.

Prediksi yang diberikan oleh beberapa pengamat lebih memenangkan pasukan Simone Inzaghi karena di untungkan bertindak sebagai tuan rumah. Selain itu, dari beberapa statistik penampilan anak asuhnya menunjukkan perkembangan yang sangat bagus, Peguasaan bola mulai dari belakang sampai depan memiliki rata-rata penguasaan yang sangat bagus.

“Banyak alasan kenapa kami para pengamat sepakbola Liga Itali lebih menjagokan Lazio daripada Bologna. Dilihat dari beberapa kali pertemuan mereka memang cukup imbang tapi kali ini saya memberikan prediksi Ciro Immobile cs akan menang,” jeas beberapa pengamat kepada media lokal di Italia.

Prediksi Menguntungkan Lazio

simone-inzaghi

Prediksi dari pengamat sepakbola di Italia memang memberikan keuntungan pada tim tuan rumah Lazio. Alasan statistik penampilan dari setiap pemain yang meningkat telah menjadi alasan mereka untuk memberikan poin lebih pada tim berjulakan elang biru tersebut. Simone Inzaghi nampaknya akan memberikan kejutan pada menit-menit awal babak pertama, jika strategi ini berhasil dan mampu mencetak gol cepat maka akan membuat  mental pemain Bologna akan semakin runtuh.

Menggunakan formasi 4-4-2 yang lebih memaksimalkan para pemain sayap, menyisir dari sebelah kiri dan kanan pertahan bologna akan cukup merepotkan barisan pertahanan yang di komandoi oleh Emil Krafth. Melihat dari pola serangan yang akan digunakan Izaghi untuk membongkar pertahanan lawan sepertinya akan sangat merepotkan Donadoni dalam menjaga mental pasukannya.

lazio

“Saya merasa yakin Lazio akan memperoleh kemenangan pada laga nanti. Permainan diamond dan serangan dari sayap sesekali akan menjadikan lini tengah Bologna mati kutu,” Ungkap salah satu komentator stasiun tv di Italia. Prediksi-prediksi yang di berikan oleh beberapa pengaman maupun komentator benar-benar sangat menguntungkan sekali bagi anak asuh Simone Inzaghi tersebut.

Serangan Balik Mematikan

Meskipun Bologna banyak mendapatkan prediksi kalah dari media-media di Italia, mereka tetap merasa optimis bisa mendapatkan poin pada laga nanti. Jika dilihat dari keadaan pasukan Donadonis saat ini, kemungkinan besar ia akan mengandalkan serangan balik cepat.

Bologna sendiri memiliki serangan balik yang cukup berbahaya dan patut menjadi perhatian bagi Inzaghi jika tim itu tidak mau kehilangan poin penuh di kandang sendiri. “Kami memang tidak dalam keadaan terbaik, tapi perlu diketahui bahwa kami adalah tim besar dengan sejarah panjang. Serangan balik adalah cara terbaik saat ini dalam menghadapi lawan sekuat mereka,” tamdas Roberto Donadoni pada sela-sela latihannya pada media.

post

Kontra Lazio, Udinese Tersungkur Di Kandang Sendiri

Liga Itali semakin seru dan sengit. Rebutan posisi puncak dengan pautan poin yang tidak terlalu jauh. Minggu malam, 2 Oktober 2016, Lazio membuat klasemen Serie A menjadi lebih menarik lagi. Pasukan Simone Inzaghi berhasil menghempaskan tuan rumah Udinese di Dacia Arena, dengan skor yang cukup telak yaitu 0-3.

Permainan yang memukau justru di tampilkan oleh para pemain Biancocelesti. Meskipun bertindak sebagai tim tamu, nampaknya gaya permainan anak asuh Inzaghi itu tetap tampil lepas dan terus melakukan serangan demi serangan. Terlihat cukup jelas sekali, bahwa Udinese seperti kehilangan tajinya ketika menjamu Lazio.

Suporter yang membuat seisi stadion Dacia Arena bergemuruh, sepertinya tidak membuat nyali si elang biru Lazio ciut sedikitpun. Justru tim tamu memiliki permainan yang sangat berkembang. Umpan-umpan matang dari kedua sayap mereka yang bermain agresif mampu memberikan tekanan serius kepada pemain bertahan Udinese.

Terihat dari pinggir lapangan, nampak raut wajah pelatih Giuseppe Iachini cukup tegang melihat anak asuhnya menjadi bulan-bulanan tim tamu pada menit-menit awal pertandingan babak pertama. Ia sibuk memberikan arahan kepada anak buahnya dari pinggir lapangan dengan berteriak memberikan instruksi untuk tidak memberikan ruang gerak pada pemain sayap Lazio.

Kekhawatiran Iachini sepertinya sangat beralasan karena timnya bermain dibawah performa terbaiknya pada laga berjalan. Permainan keras terpaksa harus di peragakan tim tuan rumah agar bisa membendung serangan yang mengalir bagaikan air ke pertahanan mereka. Akibatna pada menit ke-21 Thomas Heurtaux harus melanggar dengan keras salah satu gelandang serang Lazio dan tanpa ampun, wasit memberikan kartu kuning kepadanya.

Malapetaka bagi Udinese datang pada menit ke-28. Penjaga gawang Udinese, Orestis Karnezis harus memungut bola dari dalam gawangnya. Gol pertama bagi Lazio ini di cetak oleh penyerang, Ciro Immobile. Berawal dari sebuah sepak pojok yang melambung tinggi menjadi sebuah kemelut berbahaya di dalam kotak pinalti. Tanpa ragu pemain berusia 26 tahun itu melakukan sundul dengan apik kedalam gawan tuan rumah. Skor 0-1 untuk tim tamu!

Babak pertama menjadi milik Lazio dengan hasil pertandingan dan performa yang cukup bagus sekali. Memasuki babak kedua nampaknya Udinese  berusaha bangkit dengan bola-bola diagonalnya. Penyerang mereka Duvan Zapata sempat memiliki beberapa peluang namun penyelesain akhir yang tidak bagus membuat usaha rekan-rekannya sia-sia. Pada laga Serie A kali ini terlihat pasukan Inzaghi memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan Udinese.

Menit 54 lagi-lagi Danilo dan kawan-kawan harus menelan pil pahit, karena gawang mereka kembali kebobolan. Kali ini Balde Keita degan cermat mencetak gol ketika harus satu lawan satu dengan penjaga gawang dan bola berhasil di tendang ke arah kiri gawang. Pertandingan seperti tidak seimbang, karena beberapa kali kualitas pemain tim tuan rumah begitu mudah di halau barisan lini tengah Lazio yang di komando oleh Sergej Milinkovic. Ia berhasil mengacak-ngacak konsentrasi para pemain lawan, dengan kemampuan mengolah bola dan umpan matang yang selalu diberikan kepada sisi sayap benar-benar sangat memberikan tekanan.

Tidak berselang lama pada menit ke-61 gol ketiga tercatat di papan skor. Lagi-lagi pemain penyerang andalan Lazio Ciro Immobile berhasil membuat pendukung tuan rumah harus terdiam. Melalu kerjasama di depan kotak pinalti, umpan tik-tak satu dua mengecoh dua pemain bertahan dan tanpa ampun tendangannya langsung menerobos penjaga gawang. Skor 0-3 untuk keunggulan si elang biru ini bertahan sampai 90 menit.

Kemenangan Penting

lazio

Biancocelesti sangat memerlukan kemenangan pada laga tersebut, pasalnya agar posisi mereka bisa bertahan di 5 besar klasemen Serie A Liga Itali. Atas kemenangan itu, Lazio berhasil bertahan di posisi ke-4 klasemen sementara. Sedangkan Udinese harus rela berada di posisi ke-16.

Kemenangan 0-3 kontra Udinese sontak memberikan modal bagus bagi mental Simone Inzaghi bersama timnya. Konsistensi yang di perlihatkan pasukan elang biru memang cukup bagus, hal ini bisa terlihat pada laga-laga sebelumnya. Dari 7 pertandingan, Lazio berhasil mendapatkan poin 13 dan hanya menderita 2 kali kekalahan serta 1 kali hasil imbang.

Kemenangan penting ini di akui oleh pelatih mereka. “Tim sudah bermain luar biasa dan kami memang pantas menang malam ini. Semua strategi dan instruksi berhasil di jalankan dengan baik oleh semua lini. Hasil 0-3 ini sangat penting bagi kami dalam menatap tangga juara, meskipun perjalanan masih cukup panjang” jelas Simone Inzaghi.

Sementara itu, bagi udinese hasil ini sangatlah buruk sekali. Permainan dibawah standar yang harus bisa menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Menyusul kekalahan menyakitkan itu berhembus kabar bahwa posisi pelatih Giuseppe Iachini sedang tidak aman. Rumor itu sepertinya bisa saja menjadi sebuah kenyataan, pasalnya kini peringkat Udinese sangat tidak bagus sekali dan jauh dari tangga juara.

Penguasaan Bola

udinese

Meskipun bertindak sebagai tuan rumah, nampaknya statistik dari para pemain Udinese sangat buruk sekali. Penguasaan bola pada babak pertama terlihat sangat jomplang  sekali. Lazio yang notabennya sebagu tim tamu justru mampu menguasai bola sebesar 62% dan sebaliknya tuan rumah hanya 38%.

Pada paruh babak kedua anak asuh Iachini mampu memberikan perlawanan meskipun kerap aliran bola terputus oleh di sipilinnya pertahanan Lazio. Penguasaan bola di babak kedua, tuan rumah juga masih kalah jika di bandingkan pasukan elang biru. Udinese hanya berhasil melakukan penguasaan atas bola sebesar 45%. Dari statistik ini terlihat kualitas atau kesiapan mereka cukup kalah kelas oleh Lazio.

Formasi Dan Strategi

Beberapa komentar dari para pendukung Udinese mengatakan bahwa Giuseppe Iachini salah dalam menerapkan formasi dan susunan pemain stater. Mengguakan pola formasi 4-3-1-2 akan cukup sulit jika harus bertemu dengan tim yang mengandalkan lebar lapangan dalam melakukan menyerang.

Sementara itu Lazio berhasil memperdaya strategi yang di terapkan oleh Udinese dengan melakukan beberapa umpan melebar. Memanfaatkan kualitas pemain sayap yang lincah dan memiliki tipe pekerja keras, cukup jelas membuat barisan pertahanan Danilo cs sangat keteteran dalam membendungnya.

Simone Inzaghi menerapkan pola formasi 4-2-3-1 dimana ia menggunakan dua gelandang bertahan yang saling melengkapi. Marco Parolo sesekali membantu serangan sambil menjaga kedalam tim ketika posisi menyerang. Sedangkan duetnya Senad Lulic di plot sebagai gelandang bertahan yang membantu Stefan de Vrij dalam menjaga area kotak pinalti dari serangan lawan.

Dua gelandang bertahan dan tiga pemain di depannya yang menjadi kreator serangan mampu menjalankan fungsi dan tugasnya dengan sangat baik selama 90 menit jalannya pertandingan. Dalam pertandingan tersebut, peraktis penjaga gawang Lazio Thomas Strakosha memiliki pekerjaan yang cukup ringan karena rapatnya pertahanan.

Hasil pertandingan Udinese kontra Lazio ini memberikan sebuah pelajaran penting bagi pelatih Iachini untuk tidak salah dalam menerapkan formasi maupun susunan pemain pada pertandingan Liga Itali pekan depan. Selanjutnya pada Udinese akan menghadapi Pescara dan Lazio harus bertemu lawan tangguh yaitu Bologna.