post

Roma Curi Poin Penuh di Markas Inter Milan

Setelah takluk 0-1 atas Villarreal di ajang UEFA Europa League leg pertama pada tengah pekan lalu, AS Roma sukses mencuri poin penuh dalam lawatannya ke Stadio Giuseppe Meazza, Milano kala melakoni perlawanan Inter Milan dalam lanjutan matchday ke 26 Serie A Italia. Radja Nainggolan sukses mengemas dua gol dengan tambahan satu gol dari Diego Perotti, dan hanya mampu dibalas sebiji gol dari kaki Mauro Icardi.

Inter Milan vs AS Roma

Laga Inter Milan melawan AS Roma pada Senin dinihari tadi berakhir dengan skor 1-3 untuk keunggulan tim tamu

Dengan kemenangan tersebut, membuat i Giallorossi sukses mempertahankan posisinya di urutan kedua dan terus menempel ketat Juventus di puncak klasemen. Kini, Roma mengoleksi 59 angka, dari hasil memetik 19 kemenangan, dua kali imbang dan menelan kekalahan sebanyak lima laga. Berselisih tujuh poin dari Si Nyonya Tua yang masih kokoh memegang jabatan sebagai pemuncak klasemen.

Sementara kekalahan yang diderita oleh La Beneamata, membuat posisi mereka turun satu peringkat dari urutan ke lima menjadi ke enam, dengan perolehan 48 poin.  Itu berarti, tim asuhan Stefano Pioli terlepas dari zona Eropa. Namun, mereka hanya terpaut satu poin untuk menggeser posisi Lazio dan kembali ke area jatah bermain di kancah Eropa pada musim depan.

Bahkan, hanya terpaut tiga angka dari Atalanta yang duduk di peringkat ketiga, setelah pada pertandingan sebelumnya secara mengesankan mampu menumbangkan perlawanan tim tuan rumah Napoli. Akan tetapi, kekalahan itu juga membuat jarak mereka dengan rival sekota AC Milan yang saat ini duduk di peringkat keenam menjadi satu poin.

Jalannya Laga Inter Milan vs AS Roma

Laga antara Inter Milan melawan AS Roma yang tersaji pada akhir pekan lalu, berjalan secara ketat sejak menit awal pertandingan. Serigala Ibukota yang bermain di markas lawan dengan penuh tekanan para fans lawan, tidak gentar akan hal tersebut dan justru membuat mereka bersemangat bermain. Alhasil, di menit ke 12, mereka mampu terlebih dahulu unggul berkat tendangan Nainggolan yang menerima umpan matang dari Edin Dzeko.

Inter Milan vs AS Roma

AS Roma sukses mencuri poin penuh di markas Inter Milan

Unggul satu gol, membuat tim tamu terus menekan lini pertahanan lawan. Namun, tim tuan rumah berusaha untuk keluar dari tekanan dan mampu menciptakan sejumlah peluang. Tetapi, hingga babak pertama berakhir, papan skor tidak berubah, meskipun kedua tim sama-sama melahirkan berbagai kesempatan untuk mencetak gol.

Memasuki interval kedua, Roma tetap mendominasi jalannya pertandingan dan bahkan lebih meningkat. Radja Nainggolan kembali membuat para supporter tuan rumah bungkam, setelah pemain asal Belgia itu mampu kembali menaklukkan kiper Inter Milan yang dikawal oleh Samir Handanovic, yang sebelumnya menerima umpan dari Bruno Peres.

Tertinggal dua gol, membuat tim tuan rumah berusaha untuk keluar dari tekanan dan hasilnya mampu memperkecil skor menjadi 1-2 melalui sepakan Muaro Icardi di menit ke 81. Akan tetapi, Roma kembali memperlebar jarak menjadi 1-3, setelah Diego Perotti mampu mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna. Hingga wasit membunyikan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, papan skor tidak berubah.

Luciano Spalletti: Gelar Juara Masih Terbuka

AS Roma mampu mencuri poin penuh di markas Inter Milan, setelah dua gol dari Nainggolan dan tambahan satu gol dari Perotti, hanya mampu dibalas satu gol oleh Icardi. Kemenangan tersebut membuat sang manajer Luciano Spalletti merasa senang dan puas akan performa para pemain serta masih optimis tentang gelar juara.

Luciano Spalletti

Luciano Spalletti optimis bahwa timnya masih memiliki kans untuk juara pada musim ini

“Saya puas dengan penampilan para pemain yang sangat luar biasa. Dengan kemenangan ini, kami terus menempel ketat Juventus di puncak klasemen, meskipun jarak masih terpaut cukup jauh. Namun, perjalanan masih banyak dan peluang juara masih terbuka untuk kami. Tinggal bagaimana kami memaksimalkan setiap pertandingan kedepannya,” ujar manajer asal Italia.

post

Hasil Liga Itali : AS Roma Ungguli Inter Milan

F.B.C Unione Venezia di Liga Itali selalu menyuguhkan permaianan-permaianan berteknik tinggi. Beberapa hari lalu AS Roma berhasil mengalahkan Inter Milan di Stadion Olimpico. Bermain di kandang sendiri membuat anak asuh Luciano Spalletti bermain bagaikan srigala mengamuk yang merobek lawannya.

Inter Milan menjadi korban keganasan srigala Roma pada tanggal 3/10/2016. Menghajar tim kuat yang berasal dari kota Milan itu dengan skor cukup tipis yaitu 2-1. Kemenangan sempurna ini sangat memberikan keuntungan bagi Roma karena mereka harus menjaga peluang tetap terbuka untuk bisa mengejar poin pemuncak klasemen Liga Itali.

Jadwal Bola Hari Ini di Italia

Permainan yang menawan dan memberikan tontonan menarik bagi pemirsa maupun kedua soporter, benar-benar cukup sengit sekali. Hasil pertandingan kali ini mampu menarik perhatian beberapa pesepakbola profesional lainnya yang ikut menyaksikan lewat bangku penonton. Pertandingan sarat gengsi dan keras membuat jalannya laga tersebut menjadi sangat di tunggu oleh seluruh insan sepakbola dunia.

Meskipun anak asuh Luciano Spalletti keluar sebagai pemenang pada laga kali itu, namun bukan berarti pertandingan berjalan sangat mudah. Butuh perjuangan keras bagi serigala Roma untuk membobol gawang Inter Milan yang di kawal oleh Samir Handanoviv. Sebenarnya Frank De Boer sudah memberikan taktik dan strategis bagus untuk timnya tersebut tapi apa daya, dewi fortuna masih berpihak pada tuan rumah.

Gol Cepat

roma

Sebelum pertandingan ini berlangsung, sudah banyak pengamat yang akan memprediksi ketatnya laga tersebut. Gol cepat yang di lakukan kedua tim menunjukkan betapa seru dan sengitnya laga antara AS Roma versus Inter Milan itu.

Dzeko menjadi pembuka gol cepat pertama pasukan srigala pada menit ke-5 babak pertama. Mendapatkan operan cantik dari rekannya dan langsung berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang. Tanpa kesulitan pemain bernaluri pembunuh itu dengan tenang menceploskan bola ke gawang tim tamu. 1-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah melalui gol cukup cepat.

Gol cepat yang di lakukan oleh Edin Dzeko ini tidak lantas meruntuhkan mental anak asih Frank De Boer. Berselang beberapa menit saja, tim tamu bahkan hampir saja berhasil menyamakan kedudukan melalui tandukan keras dari Cristian Ansaldi berhasil namun di tepis oleh penjaga gawang Roma, Wojciech Szczensy yang bermain gemilang pada pertandingan itu.

Hingga pluit babak pertama di bunyikan, keadaan skor tetap 1-0 untuk kemenanga sementara tuan rumah. Memasuki babak ke-2, Mauro Icardi dan kawan-kawan langsung mendobrak barisan pertahanan tuan rumah yang di galang oleh Konstantinos Manolas. Di paruh babak kedua ini sepertinya Frank De Boer menginstruksikan pemainnya untuk tampil lebih agresif, hal ini dilihat dari intensitas serangan yang lebih sering di lakukan.

Terlalu asik menyerang dan memainkan penguasaan jadwal bola pada lini tengah lapangan, ternyata memberikan peluang bagi Roma untuk mengembangkan permainannya secara perlahan-lahan. Melalui serangan balik cepat dan umpan satu dua yang sangat apik di sisi sayap pertahanan Inter Milan dan di akhiri dengan umpan lambung melengkung ke kotak pinalti berakhir fatal bagi kubu tamu. Gol bunuh diripun terjadi, Icardi menjadi salah satu pemain penyebab papan skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Roma.

Berselang beberapa menit setelah terjadinya gol bunuh diri yang dilakukan oleh Icardi pada menit ke-67, langsung terjadi sebuah gol lagi. Tapi kali ini gawang Wojciech Szczensy yang berhasil dibobol oleh Ever Banega pada menit ke-72. Tidak lama kemudian papan skor pun berubah lagi menjadi 2-1, masih untuk keunggulan Roma.

Skor tersebut terus bertahan sampai bunyi pluit menandakan usai sudah pertandingan menarik pada lanjutan Serie A Liga Itali. Kemenangan mutlak untuk tuan rumah dengan permainan yang sangat bagus dan keras.

Menanggapi Gol Bunuh Diri

Jumpa pers bersama awak media dilangsungkan pada sebuah ruangan yang sudah disiapkan oleh panitia. Banyak wartawan yang menanyakan kepada pelatih Frank De Boer mengenai gol bunuh diri yang dilakukan oleh Mauro Icardi. Menurut pelatih berusia 46 tahun itu, kejadiannya cukup cepat dan ia enggan mencari alasan dalam kekalahan timnya.

spalletti

Bagi Roma, ucapan selamat banyak di layangkan kepada Fransisco Totti dan kawan-kawan. Mereka terlihat merasa puas dengan apa yang sudah di dapat pada laga tersebut. Kemenangan penting guna menjaga peluang dalam merebutkan papan atas pada klasemen Liga Itali.

“Saya sangat bangga dengan apa yang sudah mereka lakukan pada laga ini. Kami layak menang karena bermain lebih bagus dan lebih sabar dalam melakukan beberapa taktik,” Jelas Spalletti kepada awak media seusai laga.