post

Derby Della Madonnina Berakhir Imbang

Laga AC Milan vs Inter Milan dinihari tadi, merupakan laga penutup Serie A pekan ke-13. Pertandingan yang dikenal dengan Derby Della Madonnina tersebut harus berakhir dengan skor imbang, 2-2.

Sejatinya pada laga yang dilangsungkan di San Siro Stadium, San Siro tersebut, i Rossoneri sempat unggul pada menit ke-42 melalui skema serangan balik yang di arsiteki oleh Bonaventura yang mengirimkan umpan manis ke Suso di mulut gawang, tanpa kesulitan Suso berhasil mencetak gol. Namun dibalas oleh Candreva dengan tendangan mematikan dari luar kotak penalti di menit ke-53.

derby della madonnina

Hanya tiga menit berselang, Sosa kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, Ia menerima umpan dari Bacca dan berhasil mengecoh Miranda dan melepaskan tendangan menyusur tanah yang gagal di halau Handanovic.

Kemenangan di depan mata Il Diavolo Rosso harus sirna. Pada masa tambahan waktu, tepatnya di menit ke-92, Ivan Perisic berhasil menyarangkan bola ke gawang Donnarumma. Bermula dari Murillo yang menyambut tendangan sudut dan mengarah ke Perisic.

Satu menit berselang, wasit meniup pluit panjang tanda akhir pertandingan telah usai. Pertandingan pertama Pioli harus berakhir imbang. Ivan Perisic berhasil menjadi pahlawan di menit akhir, yang memaksa derby Della Madoninna jilid ke-217 harus puas berbagi angka.

AC Milan Gagal Merebut Posisi Roma Di Klasemen

Serie A yang telah memasuki pertandingan ke-13, Juventus masih sangat kokoh berada di puncak klasemen dengan raihan 33 poin. Sementara di urutan ke-2, diduki oleh AS Roma dengan 26 poin. Sementara di AC Milan harus puas berada di posisi ke-3 dengan poin yang sama, 26 poin.

Sejatinya tim asuhan Montella bisa mengkudeta posisi Serigala Ibukota, andaikan saja menang pada Derby Della Madoninna. Lantaran sehari sebelumnya, tim asuhan Spalletti harus menelan pil pahit kala bertandang ke Stadio Atleti Azzurri d’Italia, markas Atalanta. De Rossi CS harus pulang tanpa membawa pulang poin, berkat gol Kessie pada masa tambahan waktu, skor 2-1 menutup laga yang berjalan sengit tersebut.

ac milan

Derby Della Madoninna jilid ke-217, sebenarnya di menangkan oleh kubu Merah-Hitam hingga 90 menit. Namun, pada menit akhir menjelang laga berakhir, Ivan Perisic menjadi mimpi buruk i Rossoneri. Berkat tendangannya, yang berawal dari sundulan Murillo, berhasil bersarang ke gawang yang dikawal oleh kiper muda AC Milan, Donnarumma.

Sementara di posisi ke-4 dalam klasemen sementara Serie A dihuni oleh Lazio dengan 25 poin. Atalanta pun naik ke peringkat ke-5 berkat kemenangan melawan AS Roma. Sedangkan urutan ke-6 dan seterusnya secara beruntun yang masuk ke dalam 10 besar, dihuni oleh Torino, Fiorentina, Internazionale, dan Chievo.

Bonaventura: Hasil yang sangat terasa pahit bagi kami

Derby Della Madoninna yang berakhir dengan skor 2-2 dinihari tadi, menghadirkan kekecewaan tersendiri bagi Giacomo Bonaventura, yang merupakan salah satu bintang bagi AC Milan. Bonaventura mengungkapkan bahwa hasil imbang yang kami terima sedikit terasa pahit. Namun semuanya tak berarti negatif.

bonaventura

Gelandang yang kini telah berusia 27 tahun ini menambahkan jika kami bermain dalam permainan yang sangat bagus dan sebenarnya bisa dapat lebih baik lagi. Dirinya secara spesial meminta maaf lantaran tidak dapat memberikan kemenangan untuk sang presiden. Ia tetap optimis bahwa AC Milan mampu bertahan di posisi Liga Champions.

Pemain berpaspor Italia ini meyakini bahwa timnya akan terus menunjukkan keseriusannya dalam kembali ke zona Eropa. Dirinya juga meyakini dengan banyaknya pemain muda yang dimiliki AC Milan, kami akan terus berkembang.

post

Montolivo Di Doakan Mati

Pemain berusia 31 tahun, Riccardo Montolivo mengalami cedera parah dan yang paling parahnya lagi, beberapa orang medoakan pemain tersebut dengan doa-doa tidak pantas. Cedera otot ligamen yang sangat parah itu sempat membuat dirinya merasa frustasi, apalagi di tambah beberapa tekanan dari para orang tidak bertanggung jawan yang menginginkan pemain AC Milan itu semakin parah cederanya bahkan mati.

Pertarungan di Serie A Liga Itali memang cukup keras, tidak jarang terjadi benturan atau kontak fisik yang cukup keras. Dalam akun twitter pribadinya ia mengatakan “Cedera ini membuat furstasi yang cukup dalam.” Para nitizen pun berkomentar dan menebak-nebak apakah karirnya akan berakhir di usia ke-31.

Selain itu, Montolivo juga menuliskan pada akun pribadinya bahwa ia mengucapkan terimakasih kepada semua orang-orang baik yang di kenalnya maupun tidak yang telah mendoakannya untuk kesembuhannya itu. Tapi di lain sisi ia juga turut mengucapkan terimakasih kepada para suporter sepakbola Liga Itali yang tidak suka dengan dirinya dan mendoakan kematian atas dirinya.

Cederanya pemain sarat pengalaman itu benar-benar membuat skuad AC Milan merasa kehilangan. Di perkirakan cedera parah yang dialami Montolivo akan merusak karirnya di dunia sepakbola. Seandainyapun sembuh ia harus beristirahat kurang lebih selama 5 bulan.

“Dia (Montolivo) adalah pemain luar biasa di tim kami. Cidera yang menimpa dirinya, saya yakin bukanlan akhir dari karirnya dan kami seluruh tim akan selalu mendoakan kesembuhannya,” ujar sang pelatih Vicenzo Montela.

Meskipun ada beberapa orang yang tidak sendang dengannya dan mendoakan kematian, tidak sedikit juga yang bersimpati dan memberikan dorongan moril kepada Montolivo untuk bisa segera bangkit dari cedera parah yang dialaminya itu.

Bukan hanya pelatih AC Milan saja yang mendoakannya agar cepat bisa pulih. Kapten AS Roma, Francisco Totti juga turut memberikan semangat kepada rekannya di tim nasional Italia tersebut.

“Saya cukup sedih melihat Montolivo harus terbaring di meja operasi. Saya berharap ia mampu mengalahkan cederanya itu dan kita bisa bertanding bersama lagi,” kata Totti ketika di tanya media beberapa hari lalu.

Kapten AS Roma itu memang berteman sangat akrab sekali dengan Montolivo. Tidak jarang mereka berdua kepergok wartawan melakukan pesta di salah satu rumah dari mereka.

Montolivo Pulih Dalam Waktu 5 Bulan

riccardo-montolivo

Dokter yang menangani operasi lutut Montolivo memberikan kabar bahwa, operasi telah berjalan sukses dan berhasil. “Kabar gembira untuk jajaran tim AC Milan bahwa ia berhasil dengan operasinya dan bisa pulih dalam jangka waktu 5 bulan,” ucap salah satu dokter di rumah sakit Milan.

Kapten AC Milan sekaligus gelandang serang itu terlihat cukup sumringah karena operasinya berjalan lancar. Kepada media beberapa kali ia melambaikan tangannya melalui kaca di rumah sakit dimana ia di rawat sekarang.

Ahli ligamen yang menangani operasi lutut Montolivo, Profesor Dokter Herbert Schoenhuber mengaku puas dengan perkembangan sang pemain itu. “Dia adalah pemain hebat dan memiliki kemampuan untuk bertahan agar sembuh sangat tinggi, meskipun cederanya termasuk parah,” menurut pernyataan dokter tersebut kepada media.

Ucapan Terimakasih

ac-milan

Setelah operasi yang dijalaninya berjalan lancar dan berhasil, Montolivo mengucapkan banyak terimakasih kepada para rekan-rekannya satu tim maupun para pesepakbola profesional lainnya.

“Saya bisa bertahan menahan rasa sakit dan berjuang untuk kesembuahan cedera ini berkat doa kalian para rekan-rekan serta pesepakbola profesional semuanya. Saya mengucapkan terimakasih atas doa kalian,” ucap Montolivo saat di tanya oleh beberapa wartawan yang diberikan kesempatan untuk mewawancarainya.

Keberhasilannya mengatasi cedera lutunya itu memang membawa angin segar untuk sang pelatih, Montela. Namun i rossoneri harus bersabar sampai 4 atau 5 bulan kedepan jika ingin melihat kembali penampilan sang kapten tersebut.

post

AC Milan Berjuang Masuk 5 Besar Klasemen Liga Itali

Meskipun sekarang ini Liga terbaik di pegang oleh Liga Inggris, tapi nampaknya Serie A Liga Itali memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendukung klub negara tersebut. Bisa dilihat ketatnya persaingan pada klasemen sementara menunjukkan bahwa liga tersebut berjalan sangat kompetitif sekali.

Beberapa nama klub yang memiliki nama dan sejarah berpacu dan berlomba untuk menjadi yang nomer satu di negeri pizza tersebut. Juventus, AS Roma, Lazio, Napoli, Inter Milan dan AC Milan merupakan klub besar yang saat ini berusaha menjadi memuncaki klasemen sementara.

AC Milan saat ini sedang berjuang agar bisa meramaikan posisi 5 besar klasemen sementara. Sampai laga ke-7, tim besutan Vicenzo Montella itu belum mampu menembus 5 besar. Posisi ke-6 harus menjadi posisi terbaik klubnya hingga pertandingan ke-7 ini. Mendapatkan tiga kali kemenangan, satu kali imbang dan yang terakhir harus menerima satu kali kekalahan dari tuan rumah Udinese.

vicenzo-montella

Performa Riccardo Montolivo dan kawan-kawan sebenarnya tidaklah buruk hanya saja persaingan Seri A Liga Itali benar-benar sangat ketat. Dalam jumpa persnya ia memberikan penjelasannya kenapa tim yang dibelanya tersebut sangat sulit menembus lima besar pada klasemen.

“Pelatih dan pemain semuanya sudah bekerja sangat keras untuk memberikan permainan yang menghibur untuk para pendukung kami. Selain itu kami juga selalu beruusaha agar bisa mencetak gol pada menit-menit pertama agar menjatuhkan mental lawan, tapi keadaan di Serie A cukup ketat,” jelasnya kepada awak media lokal di Italia.

Menatap Kemenangan Atas Chievo

milan

Pekan yang akan datang pasukan I Rossoneri (julukan AC Milan) akan bersiap menhadapi Chievo. Jika Riccardo Montolivo berhasil menjinakkan lawannya itu maka peringkatnya akan naik ke posisi lima pada klasemen sementara. Memiliki poin yang sama telah membuat peluan bagi tim yang berada di Kota Milan ini merangsek ke papan atas.

Dalam lima pertandingan terakhir melawan Cheivo, anak asuh Montella berhasil memenangkannya sebanyak tiga kali dan dua kali bermain imbang. Ini berarti dalam lima pertemuan terakhir, I Rossoneri belum pernah mengalami kekalahan dari Chievo. Kemungkinan besar AC Milan akan bermain agresif agar bisa mendongkrak peringkatnya pada klasemen.

“Tim sudah sangat siap dalam laga selanjutnya melawan Chievo. Kami melakukan banyak latihan bersama pelatih dan semua rekan-rekan dalam kondisi 100% siap tanding,” pungkas sang kapten, Montolivo. Dalam menjawab pertanyaan beberapa awak media lokal, ia juga memberikan peringatan kepada rekannya agar bermain waspada karena Chievo bukanlah tim sembarangan.

Persaingan di Liga Itali menjadi sangat seru karena perolehan poin mulai dari posisi satu sampai sebelas hanya terpaut poin yang tidak terlalu jauh. Ini artinya semua tim masih memiliki kesempatan yang sama dalam memperbaiki posisinya di klasemen, termasuk AC Milan yang kini sedang berusaha keras agar bisa masuk ke lima besar.