post

Prediksi : Napoli Siap Lakoni Laga Melawan Roma

Napoli unggul satu poin dari As Roma pada lanjutan Serie A Liga itali. Kedua tim ini akan bertemu pada laga ke-8 pekan ini. Pertarungan dua klub besar tersebut bisa dipastikan berlangsung sangat seru dan sengit. Kemungkinan besar Napoli yang bertindak sebagi tuan rumah akan membuka serangan sejak menit-menit awal.  Tapi nama besar Roma tidak akan memberikan ruang gerak kepada lawannya tersebut.

Napoli saat ini di latih oleh Maurizo Sarri, beberapa hari lalu timnya harus mengakui kehebatan Atalanta dengan skor 0-1. Mengalami kekalahan disaat memerlukan kemenangan pada laga pekan lalu, nampaknya tidak akan di ulangi lagi, pasalnya sekarang yang di hadapinya adalah sebuah klub besar yang bermarkas di Kota Roma. Pelatih mereka, Maurizo tidak akan memberikan poin kepada F. Totti cs apalagi pertandingan kali ini di langsungkan di kandang sendiri.

Komentator sepakbola Itali memberikan beberapa prediksinya mengenai pertandingan seru ini. Kebanyakan dari mereka lebih memenangkan Napoli atas pertandingan nanti. Skor yang di pasang tidak tanggung-tanggung yakni 3-1 untuk kemenangan tuan rumah Napoli. Meski begitu, bursa taruhan lebih condong memenangkan As Roma dengan skor tipis 0-1. Prediksi-prediksi itu di muat di beberapa media olahraga lokal Italia dan menjadi laga yang paling ditunggu oleh masyarakat disana.

Head To Head

Dilihat dari head to head kedua tim Roma berhasil mempecundangi Napoli sebanyak 3 kali dari 5 pertemuan kedua klub tersebut. Tapi meskipun dilihat dari statistik 5 pertemuan mereka, Totti dan kawan-kawan hanya mampu memenangkan pertandingan dengan skor cukup tipis serta hanya sekali bermain imbang.

as-roma

Dalam sebuah jumpa persnya Maurizo Sarri memberikan komentar atas laga yang akan dimainkan pekan ini “Pemain sudah sangat siap pada laga nanti. Keuntungan bagi kami karena bermain di kandang sendiri di tambah beberapa pemain penting kami telah pulih dari cedera.”

“Meskipun kami memiliki hasil yang kurang bagus dalam 5 pertemuan terakhir, tapi saat ini kekuatan kami berbeda,” tutur Maurizo ketika di tanya beberapa awak media. Dari 5 kali pertemuan Napoli hanya mampi memenangkan satu kali dengan skor 2-0 pada tahun 2014. Demi memperbaiki rekor pertemuan dengan Roma, tuan rumah akan bermain habis-habisan mulai dari menit pertama.

Prediksi Formasi

napoli

Liga Itali adalah salah satu kompetisi sepakbola yang cukup populer di dunia. Kompetisinya penuh dengan kecepatan, keras dan para pemainnya memiliki teknik tinggi. Sepertinya kemungkinan besar dalam menghadapi laga yang masih panjang ini, beberapa pemain As Roma akan di rotasi demi kebugaran para pemiannya.

Formasi 4-2-3-1 bisa menjadi andalan bagi Spalletti untuk menundukkan tuan rumah. Dua gelandang bertahan, tiga gelandang serang yang sesekali bisa saja bermain melebar dan satu penyerang dengan visi misi bermain cukup bagus yaitu, Edin Dzeko. Pemain berumur 30 tahun itu, meskipun sudah tidak lagi muda tapi masih memiliki nali mencetak gol yang cukup bagus dan berbahaya bagi penjaga gawang lawan.

Sementara itu, dari kubu tuan rumah di prediksi akan menggunakan pola permainan cepat dan tampil menyerang. Mengusung formasi 4-3-3 sebenarnya sudah cukup bagus, karena tim akan bermain agresif dengan menekan lini tengah hingga petahanan anak asuh Spalleti. Callejon dan Insigne yang menjadi penyerang sayap akan di perkirakan akan bermain melebar untuk membuka pertahanan Roma yang di galang oleh Fazio dan Manolas.

Melebarnya dua penyerang sayap ini otomatis akan membuyarkan konsentrasi tembol besar pertahanan dari Roma. Jika prediksi ini benar, maka kemungkinan besar Spalletti akan menginstruksikan agar bisa melakukan serangan balik cepat dengan menekankan serangan dari sisi tengah lapangan.

post

Juventus : Marko Pjaca Cidera, Kami Tidak Panik!

Pimpinan klasemen sementara Liga Itali, Juventus harus rela kehilangan gelandang serang yang memiliki daya jelajah cukup bagus karena cidera. Marko Pjaca mengalami cidera retak tulang fibula. Salah satu andalan pemain tengah yang menjadi langganan starting line-up oleh pelatih Allegri Massimiliano ini, memiliki kelihaian dalam mengatur serangan bersama Hernanes dan Sami Khedira dapat merepotkan pertahanan lawan.

Kabar buruk yang menimpa skuad Allegri ini akan memberikan sedikit menurunya daya gedor si nyonya tua (julukan Juventus). Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, bisa terlihat sang kreator serangan, Pjaca melakukan kombinasi hebat bersama Hernanes dalam membangun serangan dari bawah.

Cideranya pemain berusia 21 tahun ini secara tidak langsung akan menurunkan daya serang yang dimiliki Juventus. Cidera yang di dapat Pjaca bermula ketia ia melakukan sesi latihan bersama tim nasional Kroasia beberapa hari lalu. Dia mengeluhkan rasa sakit pada bagian tulangnya dan terpaksa harus menghentikan latihannya dan masuk kedalam ruang terpisah dari rekan-rekannya di nasional.

Kerja kerasnya dalam menjaga lini tengah dan menjaga aliran bola dari belakang ke depan sangat dibutuhkan oleh tim nasional Kroasia maupun Juventus. “Dia adalah salah satu yang termasuk pemain andalan tim kami, Pjaca mengalami cidera serius dan itu merupakan kabar buruk bagi kami. Tapi saat ini klub masih memiliki banyak pemain bintang lainnya yang siap menggantikan dirinya selama cidera,” tutur Allegri.

marko-pjaca

Perkataan sang pelatih ini menunjukkan bahwa saat ini Juventus memang mengalami kerugian besar akibat cideranya pemain gelandang andalannya. Tapi Juventus bisa mengatasinya meski kehilangan satu pemain penting dalam tim. “Liga Itali memiliki kompetisi yang cukup ketat dan keras jadi kami sudah terbiasa dengan pemain cidera seperti Pjaca dan kami bisa mengatasi lubang di bagian lini tengah,” jelas sang pelatih bertangan dingin itu.

Pjaca adalah pemain dengan paspor Kroasia, umurnya saat ini masih sangat muda sekali namun memiliki kualitas visi misi bagus dalam melakukan sepakbola modern. Bersama rekan-rekannya di Juventus ia adalah sosok yang cukup baik dan memiliki banyak pertemanan. “Retaknya tulang fibula pada kakinya tidak akan mengakhiri karirnya karena ia masih sangat muda dan memiliki kemampuan diatas rata-rata,” tutur sahabatnya, Hernanes.

Berita Bola Terkini Claudio Marchiso Siap Melapis Marko Pjaca

marko-pjaca-juventus

Juntus harus berterimakasih kepada Aleggri karena ia telah tepat dalam membeli beberapa pemain. Cideranya Pjaca sepertinya akan di lapis atau di gantikan oleh gelandang serang yang cukup energik yaitu Claudio Marchiso. Meskipun umurnya tidak lagi muda yaitu 30 tahun, tapi pengalamannya sangat dibutuhkan pada pertandingan-pertandingan penting.

Mengarahkan para juniornya dalam mengolah lapangan tengah agar bisa menjadi lebih solid sangat diharapkan oleh Aleggeri. Peran Marchisio tentunya tidak akan sama dengan Pjaca. Ia akan di pasang untuk menjaga kedalam sebagai pemain jangkar dan memberikan kebebasan kepada Sami Khedira untuk mengeksplorasi lini tengah bersama Hernanes.

Serie A Liga Itali sudah memainkan laga sebanyak 7 kali dan Juventus bertengger di pucuk klasemen sementara dengan raihan poin nyaris sempurna yaitu 18 poin. Hanya mengalami satu kali kekalahan saat menghadapi tuan rumah Inter milan, selebihnya poin penuh berhasi di raih.

post

Kontra Lazio, Udinese Tersungkur Di Kandang Sendiri

Liga Itali semakin seru dan sengit. Rebutan posisi puncak dengan pautan poin yang tidak terlalu jauh. Minggu malam, 2 Oktober 2016, Lazio membuat klasemen Serie A menjadi lebih menarik lagi. Pasukan Simone Inzaghi berhasil menghempaskan tuan rumah Udinese di Dacia Arena, dengan skor yang cukup telak yaitu 0-3.

Permainan yang memukau justru di tampilkan oleh para pemain Biancocelesti. Meskipun bertindak sebagai tim tamu, nampaknya gaya permainan anak asuh Inzaghi itu tetap tampil lepas dan terus melakukan serangan demi serangan. Terlihat cukup jelas sekali, bahwa Udinese seperti kehilangan tajinya ketika menjamu Lazio.

Suporter yang membuat seisi stadion Dacia Arena bergemuruh, sepertinya tidak membuat nyali si elang biru Lazio ciut sedikitpun. Justru tim tamu memiliki permainan yang sangat berkembang. Umpan-umpan matang dari kedua sayap mereka yang bermain agresif mampu memberikan tekanan serius kepada pemain bertahan Udinese.

Terihat dari pinggir lapangan, nampak raut wajah pelatih Giuseppe Iachini cukup tegang melihat anak asuhnya menjadi bulan-bulanan tim tamu pada menit-menit awal pertandingan babak pertama. Ia sibuk memberikan arahan kepada anak buahnya dari pinggir lapangan dengan berteriak memberikan instruksi untuk tidak memberikan ruang gerak pada pemain sayap Lazio.

Kekhawatiran Iachini sepertinya sangat beralasan karena timnya bermain dibawah performa terbaiknya pada laga berjalan. Permainan keras terpaksa harus di peragakan tim tuan rumah agar bisa membendung serangan yang mengalir bagaikan air ke pertahanan mereka. Akibatna pada menit ke-21 Thomas Heurtaux harus melanggar dengan keras salah satu gelandang serang Lazio dan tanpa ampun, wasit memberikan kartu kuning kepadanya.

Malapetaka bagi Udinese datang pada menit ke-28. Penjaga gawang Udinese, Orestis Karnezis harus memungut bola dari dalam gawangnya. Gol pertama bagi Lazio ini di cetak oleh penyerang, Ciro Immobile. Berawal dari sebuah sepak pojok yang melambung tinggi menjadi sebuah kemelut berbahaya di dalam kotak pinalti. Tanpa ragu pemain berusia 26 tahun itu melakukan sundul dengan apik kedalam gawan tuan rumah. Skor 0-1 untuk tim tamu!

Babak pertama menjadi milik Lazio dengan hasil pertandingan dan performa yang cukup bagus sekali. Memasuki babak kedua nampaknya Udinese  berusaha bangkit dengan bola-bola diagonalnya. Penyerang mereka Duvan Zapata sempat memiliki beberapa peluang namun penyelesain akhir yang tidak bagus membuat usaha rekan-rekannya sia-sia. Pada laga Serie A kali ini terlihat pasukan Inzaghi memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan Udinese.

Menit 54 lagi-lagi Danilo dan kawan-kawan harus menelan pil pahit, karena gawang mereka kembali kebobolan. Kali ini Balde Keita degan cermat mencetak gol ketika harus satu lawan satu dengan penjaga gawang dan bola berhasil di tendang ke arah kiri gawang. Pertandingan seperti tidak seimbang, karena beberapa kali kualitas pemain tim tuan rumah begitu mudah di halau barisan lini tengah Lazio yang di komando oleh Sergej Milinkovic. Ia berhasil mengacak-ngacak konsentrasi para pemain lawan, dengan kemampuan mengolah bola dan umpan matang yang selalu diberikan kepada sisi sayap benar-benar sangat memberikan tekanan.

Tidak berselang lama pada menit ke-61 gol ketiga tercatat di papan skor. Lagi-lagi pemain penyerang andalan Lazio Ciro Immobile berhasil membuat pendukung tuan rumah harus terdiam. Melalu kerjasama di depan kotak pinalti, umpan tik-tak satu dua mengecoh dua pemain bertahan dan tanpa ampun tendangannya langsung menerobos penjaga gawang. Skor 0-3 untuk keunggulan si elang biru ini bertahan sampai 90 menit.

Kemenangan Penting

lazio

Biancocelesti sangat memerlukan kemenangan pada laga tersebut, pasalnya agar posisi mereka bisa bertahan di 5 besar klasemen Serie A Liga Itali. Atas kemenangan itu, Lazio berhasil bertahan di posisi ke-4 klasemen sementara. Sedangkan Udinese harus rela berada di posisi ke-16.

Kemenangan 0-3 kontra Udinese sontak memberikan modal bagus bagi mental Simone Inzaghi bersama timnya. Konsistensi yang di perlihatkan pasukan elang biru memang cukup bagus, hal ini bisa terlihat pada laga-laga sebelumnya. Dari 7 pertandingan, Lazio berhasil mendapatkan poin 13 dan hanya menderita 2 kali kekalahan serta 1 kali hasil imbang.

Kemenangan penting ini di akui oleh pelatih mereka. “Tim sudah bermain luar biasa dan kami memang pantas menang malam ini. Semua strategi dan instruksi berhasil di jalankan dengan baik oleh semua lini. Hasil 0-3 ini sangat penting bagi kami dalam menatap tangga juara, meskipun perjalanan masih cukup panjang” jelas Simone Inzaghi.

Sementara itu, bagi udinese hasil ini sangatlah buruk sekali. Permainan dibawah standar yang harus bisa menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Menyusul kekalahan menyakitkan itu berhembus kabar bahwa posisi pelatih Giuseppe Iachini sedang tidak aman. Rumor itu sepertinya bisa saja menjadi sebuah kenyataan, pasalnya kini peringkat Udinese sangat tidak bagus sekali dan jauh dari tangga juara.

Penguasaan Bola

udinese

Meskipun bertindak sebagai tuan rumah, nampaknya statistik dari para pemain Udinese sangat buruk sekali. Penguasaan bola pada babak pertama terlihat sangat jomplang  sekali. Lazio yang notabennya sebagu tim tamu justru mampu menguasai bola sebesar 62% dan sebaliknya tuan rumah hanya 38%.

Pada paruh babak kedua anak asuh Iachini mampu memberikan perlawanan meskipun kerap aliran bola terputus oleh di sipilinnya pertahanan Lazio. Penguasaan bola di babak kedua, tuan rumah juga masih kalah jika di bandingkan pasukan elang biru. Udinese hanya berhasil melakukan penguasaan atas bola sebesar 45%. Dari statistik ini terlihat kualitas atau kesiapan mereka cukup kalah kelas oleh Lazio.

Formasi Dan Strategi

Beberapa komentar dari para pendukung Udinese mengatakan bahwa Giuseppe Iachini salah dalam menerapkan formasi dan susunan pemain stater. Mengguakan pola formasi 4-3-1-2 akan cukup sulit jika harus bertemu dengan tim yang mengandalkan lebar lapangan dalam melakukan menyerang.

Sementara itu Lazio berhasil memperdaya strategi yang di terapkan oleh Udinese dengan melakukan beberapa umpan melebar. Memanfaatkan kualitas pemain sayap yang lincah dan memiliki tipe pekerja keras, cukup jelas membuat barisan pertahanan Danilo cs sangat keteteran dalam membendungnya.

Simone Inzaghi menerapkan pola formasi 4-2-3-1 dimana ia menggunakan dua gelandang bertahan yang saling melengkapi. Marco Parolo sesekali membantu serangan sambil menjaga kedalam tim ketika posisi menyerang. Sedangkan duetnya Senad Lulic di plot sebagai gelandang bertahan yang membantu Stefan de Vrij dalam menjaga area kotak pinalti dari serangan lawan.

Dua gelandang bertahan dan tiga pemain di depannya yang menjadi kreator serangan mampu menjalankan fungsi dan tugasnya dengan sangat baik selama 90 menit jalannya pertandingan. Dalam pertandingan tersebut, peraktis penjaga gawang Lazio Thomas Strakosha memiliki pekerjaan yang cukup ringan karena rapatnya pertahanan.

Hasil pertandingan Udinese kontra Lazio ini memberikan sebuah pelajaran penting bagi pelatih Iachini untuk tidak salah dalam menerapkan formasi maupun susunan pemain pada pertandingan Liga Itali pekan depan. Selanjutnya pada Udinese akan menghadapi Pescara dan Lazio harus bertemu lawan tangguh yaitu Bologna.