post

Roma Curi Poin Penuh di Markas Inter Milan

Setelah takluk 0-1 atas Villarreal di ajang UEFA Europa League leg pertama pada tengah pekan lalu, AS Roma sukses mencuri poin penuh dalam lawatannya ke Stadio Giuseppe Meazza, Milano kala melakoni perlawanan Inter Milan dalam lanjutan matchday ke 26 Serie A Italia. Radja Nainggolan sukses mengemas dua gol dengan tambahan satu gol dari Diego Perotti, dan hanya mampu dibalas sebiji gol dari kaki Mauro Icardi.

Inter Milan vs AS Roma

Laga Inter Milan melawan AS Roma pada Senin dinihari tadi berakhir dengan skor 1-3 untuk keunggulan tim tamu

Dengan kemenangan tersebut, membuat i Giallorossi sukses mempertahankan posisinya di urutan kedua dan terus menempel ketat Juventus di puncak klasemen. Kini, Roma mengoleksi 59 angka, dari hasil memetik 19 kemenangan, dua kali imbang dan menelan kekalahan sebanyak lima laga. Berselisih tujuh poin dari Si Nyonya Tua yang masih kokoh memegang jabatan sebagai pemuncak klasemen.

Sementara kekalahan yang diderita oleh La Beneamata, membuat posisi mereka turun satu peringkat dari urutan ke lima menjadi ke enam, dengan perolehan 48 poin.  Itu berarti, tim asuhan Stefano Pioli terlepas dari zona Eropa. Namun, mereka hanya terpaut satu poin untuk menggeser posisi Lazio dan kembali ke area jatah bermain di kancah Eropa pada musim depan.

Bahkan, hanya terpaut tiga angka dari Atalanta yang duduk di peringkat ketiga, setelah pada pertandingan sebelumnya secara mengesankan mampu menumbangkan perlawanan tim tuan rumah Napoli. Akan tetapi, kekalahan itu juga membuat jarak mereka dengan rival sekota AC Milan yang saat ini duduk di peringkat keenam menjadi satu poin.

Jalannya Laga Inter Milan vs AS Roma

Laga antara Inter Milan melawan AS Roma yang tersaji pada akhir pekan lalu, berjalan secara ketat sejak menit awal pertandingan. Serigala Ibukota yang bermain di markas lawan dengan penuh tekanan para fans lawan, tidak gentar akan hal tersebut dan justru membuat mereka bersemangat bermain. Alhasil, di menit ke 12, mereka mampu terlebih dahulu unggul berkat tendangan Nainggolan yang menerima umpan matang dari Edin Dzeko.

Inter Milan vs AS Roma

AS Roma sukses mencuri poin penuh di markas Inter Milan

Unggul satu gol, membuat tim tamu terus menekan lini pertahanan lawan. Namun, tim tuan rumah berusaha untuk keluar dari tekanan dan mampu menciptakan sejumlah peluang. Tetapi, hingga babak pertama berakhir, papan skor tidak berubah, meskipun kedua tim sama-sama melahirkan berbagai kesempatan untuk mencetak gol.

Memasuki interval kedua, Roma tetap mendominasi jalannya pertandingan dan bahkan lebih meningkat. Radja Nainggolan kembali membuat para supporter tuan rumah bungkam, setelah pemain asal Belgia itu mampu kembali menaklukkan kiper Inter Milan yang dikawal oleh Samir Handanovic, yang sebelumnya menerima umpan dari Bruno Peres.

Tertinggal dua gol, membuat tim tuan rumah berusaha untuk keluar dari tekanan dan hasilnya mampu memperkecil skor menjadi 1-2 melalui sepakan Muaro Icardi di menit ke 81. Akan tetapi, Roma kembali memperlebar jarak menjadi 1-3, setelah Diego Perotti mampu mengeksekusi tendangan penalti dengan sempurna. Hingga wasit membunyikan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, papan skor tidak berubah.

Luciano Spalletti: Gelar Juara Masih Terbuka

AS Roma mampu mencuri poin penuh di markas Inter Milan, setelah dua gol dari Nainggolan dan tambahan satu gol dari Perotti, hanya mampu dibalas satu gol oleh Icardi. Kemenangan tersebut membuat sang manajer Luciano Spalletti merasa senang dan puas akan performa para pemain serta masih optimis tentang gelar juara.

Luciano Spalletti

Luciano Spalletti optimis bahwa timnya masih memiliki kans untuk juara pada musim ini

“Saya puas dengan penampilan para pemain yang sangat luar biasa. Dengan kemenangan ini, kami terus menempel ketat Juventus di puncak klasemen, meskipun jarak masih terpaut cukup jauh. Namun, perjalanan masih banyak dan peluang juara masih terbuka untuk kami. Tinggal bagaimana kami memaksimalkan setiap pertandingan kedepannya,” ujar manajer asal Italia.

post

Derby Della Madonnina Berakhir Imbang

Laga AC Milan vs Inter Milan dinihari tadi, merupakan laga penutup Serie A pekan ke-13. Pertandingan yang dikenal dengan Derby Della Madonnina tersebut harus berakhir dengan skor imbang, 2-2.

Sejatinya pada laga yang dilangsungkan di San Siro Stadium, San Siro tersebut, i Rossoneri sempat unggul pada menit ke-42 melalui skema serangan balik yang di arsiteki oleh Bonaventura yang mengirimkan umpan manis ke Suso di mulut gawang, tanpa kesulitan Suso berhasil mencetak gol. Namun dibalas oleh Candreva dengan tendangan mematikan dari luar kotak penalti di menit ke-53.

derby della madonnina

Hanya tiga menit berselang, Sosa kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, Ia menerima umpan dari Bacca dan berhasil mengecoh Miranda dan melepaskan tendangan menyusur tanah yang gagal di halau Handanovic.

Kemenangan di depan mata Il Diavolo Rosso harus sirna. Pada masa tambahan waktu, tepatnya di menit ke-92, Ivan Perisic berhasil menyarangkan bola ke gawang Donnarumma. Bermula dari Murillo yang menyambut tendangan sudut dan mengarah ke Perisic.

Satu menit berselang, wasit meniup pluit panjang tanda akhir pertandingan telah usai. Pertandingan pertama Pioli harus berakhir imbang. Ivan Perisic berhasil menjadi pahlawan di menit akhir, yang memaksa derby Della Madoninna jilid ke-217 harus puas berbagi angka.

AC Milan Gagal Merebut Posisi Roma Di Klasemen

Serie A yang telah memasuki pertandingan ke-13, Juventus masih sangat kokoh berada di puncak klasemen dengan raihan 33 poin. Sementara di urutan ke-2, diduki oleh AS Roma dengan 26 poin. Sementara di AC Milan harus puas berada di posisi ke-3 dengan poin yang sama, 26 poin.

Sejatinya tim asuhan Montella bisa mengkudeta posisi Serigala Ibukota, andaikan saja menang pada Derby Della Madoninna. Lantaran sehari sebelumnya, tim asuhan Spalletti harus menelan pil pahit kala bertandang ke Stadio Atleti Azzurri d’Italia, markas Atalanta. De Rossi CS harus pulang tanpa membawa pulang poin, berkat gol Kessie pada masa tambahan waktu, skor 2-1 menutup laga yang berjalan sengit tersebut.

ac milan

Derby Della Madoninna jilid ke-217, sebenarnya di menangkan oleh kubu Merah-Hitam hingga 90 menit. Namun, pada menit akhir menjelang laga berakhir, Ivan Perisic menjadi mimpi buruk i Rossoneri. Berkat tendangannya, yang berawal dari sundulan Murillo, berhasil bersarang ke gawang yang dikawal oleh kiper muda AC Milan, Donnarumma.

Sementara di posisi ke-4 dalam klasemen sementara Serie A dihuni oleh Lazio dengan 25 poin. Atalanta pun naik ke peringkat ke-5 berkat kemenangan melawan AS Roma. Sedangkan urutan ke-6 dan seterusnya secara beruntun yang masuk ke dalam 10 besar, dihuni oleh Torino, Fiorentina, Internazionale, dan Chievo.

Bonaventura: Hasil yang sangat terasa pahit bagi kami

Derby Della Madoninna yang berakhir dengan skor 2-2 dinihari tadi, menghadirkan kekecewaan tersendiri bagi Giacomo Bonaventura, yang merupakan salah satu bintang bagi AC Milan. Bonaventura mengungkapkan bahwa hasil imbang yang kami terima sedikit terasa pahit. Namun semuanya tak berarti negatif.

bonaventura

Gelandang yang kini telah berusia 27 tahun ini menambahkan jika kami bermain dalam permainan yang sangat bagus dan sebenarnya bisa dapat lebih baik lagi. Dirinya secara spesial meminta maaf lantaran tidak dapat memberikan kemenangan untuk sang presiden. Ia tetap optimis bahwa AC Milan mampu bertahan di posisi Liga Champions.

Pemain berpaspor Italia ini meyakini bahwa timnya akan terus menunjukkan keseriusannya dalam kembali ke zona Eropa. Dirinya juga meyakini dengan banyaknya pemain muda yang dimiliki AC Milan, kami akan terus berkembang.

post

Lazio Nyaris Kalah Di Kandang Sendiri

Reporter F.B.C. Unione Venezia settore giovanile melaporkan bahwa Hasil Serie A Liga Itali kali ini menyorot tim yang berasal dari Kota Roma, yaitu Lazio. Tim besar itu nyaris kalah saat menjamu Bologna di kandang sendiri. Di ujung waktu babak ke-2 gol penyelamat tuan rumah baru bisa mengamankan nama baik klub di hadapan publik sendiri.

Disaksikan ribuan tifosinya, anak asuh Simone Inzaghi hampir saja harus menelan kekalahan. Hasil kurang bagus harus diterimanya, bermain imbang 1-1 menjadi hasil akhir yang mengecewakan para tifosi dan para petinggi klub. Di tuntut harus menang agar bisa menyodok ke papan atas pada klasemen Liga Itali nampaknya tidak bisa diwujudkan Marco Parolo dan kawan-kawan.

Bermain dengan pola menyerang sebagai tuan rumah, pasukan biancocelesti justru harus rela kehilangan tiga poin dan cukup dengan tambahan satu poin saja. “Kami memiliki banyak peluang tapi itulah sepakbola, disaat kami mengharapkan menang tapi sekali lagi keberuntungan tidak berpihak pada tim saat ini,” ujar Simone Inzaghi.

Dengan hasil yang kurang bagus ini, pasukan biru langit itu harus puas dengan posisi ke-5 di klasemen sementara Liga Itali. Mendapatkan 4 kali kemenangan, 2 kali bermain imbang dan 2 kali menelan kekalahan membuat biancocelesti mendapatkan total poin 14. Terpaut cukup jauh dengan Juventus yang berada di posisi pertama dengan perolehan poin 21 dari 8 kali pertandingan.

“Hasil pertandingan kali ini memang tidak membuat kami semua puas. Banyak peluang terbuang karena kesalahan kami sendiri dan saya rasa inilah hasil yang pantas untuk kami semua,” jelas Ciro Immobile. Ia merasa cukup kecewa namun tetap relevan dalam memandang jalannya pertandingan yang telah usai itu.

Gol Di Ujung Laga

ciro-immobile

Bermain dengan pola 4-3-3, menempatkan tiga penyerang sekaligus dan satu orang gelandang serang sepertinya tidak membuat rencana Simone Inzaghi berjalan mulus. Klub itu harus rela kebobolan terlebih dahulu pada menit ke-10 yang dilakukan oleh Ibrahima Mbaye yang berawal dari sebuah umpan tendangan bebas.

Gol cepat ini membuat biancocelesti terkejut. Respon yang diberikan Lazio atas gol cepat tersebut sebenarnya cukup baik sekali, beberapa kali pasukan Simone Inzaghi memborbadir petahanan Bologna. Meski penguasaan bola sepanjang babak pertama dikuasi penuh oleh tuan rumah namun tidak sebiji gol pun bisa mereka sarangkan ke gawang tim tamu.

Masuknya Luis Alberto menggantikan Sergej Milinkovic-Savic membuat jalannya pertandingan benar-benar dikuasai oleh Lazio. Simone Inzaghi merubah strateginya dengan menambah daya serang mereka itu. Bologna praktis hanya mampu bertahan sepanjang jalannya pertandingan.

Memasuki menit ke-90 nampak terlintas beberapa raut wajah dari para pemain Lazio semakin tegang. Gol penyelamat biancocelesti barulah bisa cetak pada menit ke-90+7 melalui titik putih. Sag eksekutor Ciro Immobile menyeploskan bola ke gawang Bologna dengan sempurna. Tendangannya mengecoh penjaga gawang, gol ini menjadi penyelamat bagi kubu Lazio dari kekalahan menyakitkan di kandang mereka sendiri.

Tanggapan Simone Inzaghi tentang jadwal bola malam ini

simone-inzaghi

Usai jalannya pertandingan dengan hasil imbang itu, beberapa pemain tuan rumah cukup kecewa dengan apa yang mereka dapatkan. Tambahan satu poin tidak sangat bagus bagi posisi Lazio di klasemen Liga Itali. Simone Inzaghi pun terlihat memberikan semangat kepada anak asuhnya tersebut.

“Tim telah bermain dengan cukup baik, tidak ada kesalah satupun dari mereka. Meskipun menguasai jalannya pertandingan tapi mereka (Bologna) bermain lebih efektif daripada kami. Ini adalah pelajaran berharga agar tidak membuang peluang di setiap menit selama pertandingan berlangsung,” ungkapnya kepada jadwal bola hari ini media di Italia seusai timnya di tahan imbang.

Performa Lazio sebelum jalannya pertandingan cukup baik sekali. Mereka berhasil memenangkan beberapa laga dan kini harus puas berada di urutan lima pada klasemen sementara.

post

Hasil Liga Itali : AS Roma Ungguli Inter Milan

F.B.C Unione Venezia di Liga Itali selalu menyuguhkan permaianan-permaianan berteknik tinggi. Beberapa hari lalu AS Roma berhasil mengalahkan Inter Milan di Stadion Olimpico. Bermain di kandang sendiri membuat anak asuh Luciano Spalletti bermain bagaikan srigala mengamuk yang merobek lawannya.

Inter Milan menjadi korban keganasan srigala Roma pada tanggal 3/10/2016. Menghajar tim kuat yang berasal dari kota Milan itu dengan skor cukup tipis yaitu 2-1. Kemenangan sempurna ini sangat memberikan keuntungan bagi Roma karena mereka harus menjaga peluang tetap terbuka untuk bisa mengejar poin pemuncak klasemen Liga Itali.

Jadwal Bola Hari Ini di Italia

Permainan yang menawan dan memberikan tontonan menarik bagi pemirsa maupun kedua soporter, benar-benar cukup sengit sekali. Hasil pertandingan kali ini mampu menarik perhatian beberapa pesepakbola profesional lainnya yang ikut menyaksikan lewat bangku penonton. Pertandingan sarat gengsi dan keras membuat jalannya laga tersebut menjadi sangat di tunggu oleh seluruh insan sepakbola dunia.

Meskipun anak asuh Luciano Spalletti keluar sebagai pemenang pada laga kali itu, namun bukan berarti pertandingan berjalan sangat mudah. Butuh perjuangan keras bagi serigala Roma untuk membobol gawang Inter Milan yang di kawal oleh Samir Handanoviv. Sebenarnya Frank De Boer sudah memberikan taktik dan strategis bagus untuk timnya tersebut tapi apa daya, dewi fortuna masih berpihak pada tuan rumah.

Gol Cepat

roma

Sebelum pertandingan ini berlangsung, sudah banyak pengamat yang akan memprediksi ketatnya laga tersebut. Gol cepat yang di lakukan kedua tim menunjukkan betapa seru dan sengitnya laga antara AS Roma versus Inter Milan itu.

Dzeko menjadi pembuka gol cepat pertama pasukan srigala pada menit ke-5 babak pertama. Mendapatkan operan cantik dari rekannya dan langsung berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang. Tanpa kesulitan pemain bernaluri pembunuh itu dengan tenang menceploskan bola ke gawang tim tamu. 1-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah melalui gol cukup cepat.

Gol cepat yang di lakukan oleh Edin Dzeko ini tidak lantas meruntuhkan mental anak asih Frank De Boer. Berselang beberapa menit saja, tim tamu bahkan hampir saja berhasil menyamakan kedudukan melalui tandukan keras dari Cristian Ansaldi berhasil namun di tepis oleh penjaga gawang Roma, Wojciech Szczensy yang bermain gemilang pada pertandingan itu.

Hingga pluit babak pertama di bunyikan, keadaan skor tetap 1-0 untuk kemenanga sementara tuan rumah. Memasuki babak ke-2, Mauro Icardi dan kawan-kawan langsung mendobrak barisan pertahanan tuan rumah yang di galang oleh Konstantinos Manolas. Di paruh babak kedua ini sepertinya Frank De Boer menginstruksikan pemainnya untuk tampil lebih agresif, hal ini dilihat dari intensitas serangan yang lebih sering di lakukan.

Terlalu asik menyerang dan memainkan penguasaan jadwal bola pada lini tengah lapangan, ternyata memberikan peluang bagi Roma untuk mengembangkan permainannya secara perlahan-lahan. Melalui serangan balik cepat dan umpan satu dua yang sangat apik di sisi sayap pertahanan Inter Milan dan di akhiri dengan umpan lambung melengkung ke kotak pinalti berakhir fatal bagi kubu tamu. Gol bunuh diripun terjadi, Icardi menjadi salah satu pemain penyebab papan skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Roma.

Berselang beberapa menit setelah terjadinya gol bunuh diri yang dilakukan oleh Icardi pada menit ke-67, langsung terjadi sebuah gol lagi. Tapi kali ini gawang Wojciech Szczensy yang berhasil dibobol oleh Ever Banega pada menit ke-72. Tidak lama kemudian papan skor pun berubah lagi menjadi 2-1, masih untuk keunggulan Roma.

Skor tersebut terus bertahan sampai bunyi pluit menandakan usai sudah pertandingan menarik pada lanjutan Serie A Liga Itali. Kemenangan mutlak untuk tuan rumah dengan permainan yang sangat bagus dan keras.

Menanggapi Gol Bunuh Diri

Jumpa pers bersama awak media dilangsungkan pada sebuah ruangan yang sudah disiapkan oleh panitia. Banyak wartawan yang menanyakan kepada pelatih Frank De Boer mengenai gol bunuh diri yang dilakukan oleh Mauro Icardi. Menurut pelatih berusia 46 tahun itu, kejadiannya cukup cepat dan ia enggan mencari alasan dalam kekalahan timnya.

spalletti

Bagi Roma, ucapan selamat banyak di layangkan kepada Fransisco Totti dan kawan-kawan. Mereka terlihat merasa puas dengan apa yang sudah di dapat pada laga tersebut. Kemenangan penting guna menjaga peluang dalam merebutkan papan atas pada klasemen Liga Itali.

“Saya sangat bangga dengan apa yang sudah mereka lakukan pada laga ini. Kami layak menang karena bermain lebih bagus dan lebih sabar dalam melakukan beberapa taktik,” Jelas Spalletti kepada awak media seusai laga.

post

Kontra Lazio, Udinese Tersungkur Di Kandang Sendiri

Liga Itali semakin seru dan sengit. Rebutan posisi puncak dengan pautan poin yang tidak terlalu jauh. Minggu malam, 2 Oktober 2016, Lazio membuat klasemen Serie A menjadi lebih menarik lagi. Pasukan Simone Inzaghi berhasil menghempaskan tuan rumah Udinese di Dacia Arena, dengan skor yang cukup telak yaitu 0-3.

Permainan yang memukau justru di tampilkan oleh para pemain Biancocelesti. Meskipun bertindak sebagai tim tamu, nampaknya gaya permainan anak asuh Inzaghi itu tetap tampil lepas dan terus melakukan serangan demi serangan. Terlihat cukup jelas sekali, bahwa Udinese seperti kehilangan tajinya ketika menjamu Lazio.

Suporter yang membuat seisi stadion Dacia Arena bergemuruh, sepertinya tidak membuat nyali si elang biru Lazio ciut sedikitpun. Justru tim tamu memiliki permainan yang sangat berkembang. Umpan-umpan matang dari kedua sayap mereka yang bermain agresif mampu memberikan tekanan serius kepada pemain bertahan Udinese.

Terihat dari pinggir lapangan, nampak raut wajah pelatih Giuseppe Iachini cukup tegang melihat anak asuhnya menjadi bulan-bulanan tim tamu pada menit-menit awal pertandingan babak pertama. Ia sibuk memberikan arahan kepada anak buahnya dari pinggir lapangan dengan berteriak memberikan instruksi untuk tidak memberikan ruang gerak pada pemain sayap Lazio.

Kekhawatiran Iachini sepertinya sangat beralasan karena timnya bermain dibawah performa terbaiknya pada laga berjalan. Permainan keras terpaksa harus di peragakan tim tuan rumah agar bisa membendung serangan yang mengalir bagaikan air ke pertahanan mereka. Akibatna pada menit ke-21 Thomas Heurtaux harus melanggar dengan keras salah satu gelandang serang Lazio dan tanpa ampun, wasit memberikan kartu kuning kepadanya.

Malapetaka bagi Udinese datang pada menit ke-28. Penjaga gawang Udinese, Orestis Karnezis harus memungut bola dari dalam gawangnya. Gol pertama bagi Lazio ini di cetak oleh penyerang, Ciro Immobile. Berawal dari sebuah sepak pojok yang melambung tinggi menjadi sebuah kemelut berbahaya di dalam kotak pinalti. Tanpa ragu pemain berusia 26 tahun itu melakukan sundul dengan apik kedalam gawan tuan rumah. Skor 0-1 untuk tim tamu!

Babak pertama menjadi milik Lazio dengan hasil pertandingan dan performa yang cukup bagus sekali. Memasuki babak kedua nampaknya Udinese  berusaha bangkit dengan bola-bola diagonalnya. Penyerang mereka Duvan Zapata sempat memiliki beberapa peluang namun penyelesain akhir yang tidak bagus membuat usaha rekan-rekannya sia-sia. Pada laga Serie A kali ini terlihat pasukan Inzaghi memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan Udinese.

Menit 54 lagi-lagi Danilo dan kawan-kawan harus menelan pil pahit, karena gawang mereka kembali kebobolan. Kali ini Balde Keita degan cermat mencetak gol ketika harus satu lawan satu dengan penjaga gawang dan bola berhasil di tendang ke arah kiri gawang. Pertandingan seperti tidak seimbang, karena beberapa kali kualitas pemain tim tuan rumah begitu mudah di halau barisan lini tengah Lazio yang di komando oleh Sergej Milinkovic. Ia berhasil mengacak-ngacak konsentrasi para pemain lawan, dengan kemampuan mengolah bola dan umpan matang yang selalu diberikan kepada sisi sayap benar-benar sangat memberikan tekanan.

Tidak berselang lama pada menit ke-61 gol ketiga tercatat di papan skor. Lagi-lagi pemain penyerang andalan Lazio Ciro Immobile berhasil membuat pendukung tuan rumah harus terdiam. Melalu kerjasama di depan kotak pinalti, umpan tik-tak satu dua mengecoh dua pemain bertahan dan tanpa ampun tendangannya langsung menerobos penjaga gawang. Skor 0-3 untuk keunggulan si elang biru ini bertahan sampai 90 menit.

Kemenangan Penting

lazio

Biancocelesti sangat memerlukan kemenangan pada laga tersebut, pasalnya agar posisi mereka bisa bertahan di 5 besar klasemen Serie A Liga Itali. Atas kemenangan itu, Lazio berhasil bertahan di posisi ke-4 klasemen sementara. Sedangkan Udinese harus rela berada di posisi ke-16.

Kemenangan 0-3 kontra Udinese sontak memberikan modal bagus bagi mental Simone Inzaghi bersama timnya. Konsistensi yang di perlihatkan pasukan elang biru memang cukup bagus, hal ini bisa terlihat pada laga-laga sebelumnya. Dari 7 pertandingan, Lazio berhasil mendapatkan poin 13 dan hanya menderita 2 kali kekalahan serta 1 kali hasil imbang.

Kemenangan penting ini di akui oleh pelatih mereka. “Tim sudah bermain luar biasa dan kami memang pantas menang malam ini. Semua strategi dan instruksi berhasil di jalankan dengan baik oleh semua lini. Hasil 0-3 ini sangat penting bagi kami dalam menatap tangga juara, meskipun perjalanan masih cukup panjang” jelas Simone Inzaghi.

Sementara itu, bagi udinese hasil ini sangatlah buruk sekali. Permainan dibawah standar yang harus bisa menjadi pelajaran berharga bagi mereka. Menyusul kekalahan menyakitkan itu berhembus kabar bahwa posisi pelatih Giuseppe Iachini sedang tidak aman. Rumor itu sepertinya bisa saja menjadi sebuah kenyataan, pasalnya kini peringkat Udinese sangat tidak bagus sekali dan jauh dari tangga juara.

Penguasaan Bola

udinese

Meskipun bertindak sebagai tuan rumah, nampaknya statistik dari para pemain Udinese sangat buruk sekali. Penguasaan bola pada babak pertama terlihat sangat jomplang  sekali. Lazio yang notabennya sebagu tim tamu justru mampu menguasai bola sebesar 62% dan sebaliknya tuan rumah hanya 38%.

Pada paruh babak kedua anak asuh Iachini mampu memberikan perlawanan meskipun kerap aliran bola terputus oleh di sipilinnya pertahanan Lazio. Penguasaan bola di babak kedua, tuan rumah juga masih kalah jika di bandingkan pasukan elang biru. Udinese hanya berhasil melakukan penguasaan atas bola sebesar 45%. Dari statistik ini terlihat kualitas atau kesiapan mereka cukup kalah kelas oleh Lazio.

Formasi Dan Strategi

Beberapa komentar dari para pendukung Udinese mengatakan bahwa Giuseppe Iachini salah dalam menerapkan formasi dan susunan pemain stater. Mengguakan pola formasi 4-3-1-2 akan cukup sulit jika harus bertemu dengan tim yang mengandalkan lebar lapangan dalam melakukan menyerang.

Sementara itu Lazio berhasil memperdaya strategi yang di terapkan oleh Udinese dengan melakukan beberapa umpan melebar. Memanfaatkan kualitas pemain sayap yang lincah dan memiliki tipe pekerja keras, cukup jelas membuat barisan pertahanan Danilo cs sangat keteteran dalam membendungnya.

Simone Inzaghi menerapkan pola formasi 4-2-3-1 dimana ia menggunakan dua gelandang bertahan yang saling melengkapi. Marco Parolo sesekali membantu serangan sambil menjaga kedalam tim ketika posisi menyerang. Sedangkan duetnya Senad Lulic di plot sebagai gelandang bertahan yang membantu Stefan de Vrij dalam menjaga area kotak pinalti dari serangan lawan.

Dua gelandang bertahan dan tiga pemain di depannya yang menjadi kreator serangan mampu menjalankan fungsi dan tugasnya dengan sangat baik selama 90 menit jalannya pertandingan. Dalam pertandingan tersebut, peraktis penjaga gawang Lazio Thomas Strakosha memiliki pekerjaan yang cukup ringan karena rapatnya pertahanan.

Hasil pertandingan Udinese kontra Lazio ini memberikan sebuah pelajaran penting bagi pelatih Iachini untuk tidak salah dalam menerapkan formasi maupun susunan pemain pada pertandingan Liga Itali pekan depan. Selanjutnya pada Udinese akan menghadapi Pescara dan Lazio harus bertemu lawan tangguh yaitu Bologna.