post

Szczesny: Gol Higuain Terasa Sakit

Wojciech Szczesny selaku penjaga gawang di Roma telah mengatakan bahwa gol yang dicetak oleh Gonzalo Higuain dalam kemenangan Juventus di ajang perebutan Scudetto mereka awal bulan ini masih berasa sakit.

Gol tunggal Higuain membuat terkejut bagi sang pelatih Massimiliano Allegri yang sukses meraih kemenangan kandang dengan skor 1-0 melawan Roma dalam pertemuan mereka pada 17 Desember yang lalu.

Yang menjadi sebuah pukulan besar bagi harapan  dalam persaingan gelar pelatih  Luciano Spalletti, mereka saat ini tertinggal enam poin di belakang Juve di tempat kedua pada pertengahan musim ini, setelah bermain satu pertandingan lebih banyak dari klub lain.

Szczesny Memberikan Penilain Roma Jelang Akhir Tahun Ini

Gonzalo Higuain

Higuain yang merasa sangat bahagia ketika bisa mmeberikan sebuah gol di menit akhir jelang peluit babak kedua usai

Szczesny yang  dipinjamankan dari Arsenal, sedang meninjau momen penting dari tahun 2016 dan mengakui gol Higuain masih menyebabkan dia sakit.

Penjaga gawang tersebut mengatakan: “Untuk lebih lanjutnya boleh, saya tidak menyukai hal yang satu ini!”

“Ini sama persisi dengan laga kontra Real Madrid, kami mampu bermain dengan sangat baik di sebuah stadion yang sulit, kami bisa mendominasi penguasaan bola tetapi kembali tidak menghasilkan poin.”

“Ini adalah masalah karena kami adalah tim yang bagus. Tapi kita selalu harus pergi ke stadion ini dan mencari hasilnya.”

“Masih terasa begitu sakit di hati, tapi saya harus mengakui jika gol yang cetak Higuain begitu berarti bagi klubnya. Maka dari itu dia dihargai sebesar € 90 juta, dia merupakan salah satu penyerang yang terbaik yang ada di dunia dan dia dapat mengkahiri sebuah laga yang penting dengan baik.”

Tapi Szczesny tetap berpikit optimistis mengenai masa depan Roma dan menerima mereka yang akan menjadiu pesaing terkuat dalam persaingan gelar juara di musim ini.”

Kiper kebangsaan Polandia itu menambahkan: “Namun kita harus Terus melihat ke arah depan, tidak ada gunanya sama sekali untuk memikirkan hal yang sudah terjadi.”

“Tahun ini kami bermain dengan baik, kami akan mengemas poin sebanyak mungkin setelah melawan Juventus, mengalahkan tim yang kuat layaknya Napoli, Inter, AC Milan dan Lazio.”

“Kami harus bisa melihat ke masa depan dengan penuh percaya diri karena saya rasa tim ini masih memiliki masa depan yang sangat besar.”

“Ini adalah tahun telah membuktikan bahwa ada dasar yang begitu baik untuk dapat meningkatkan kualitas dan saya berpikir tahun depan akan jauh lebih baik bagi kami.”

Szczesny Berasa di Hantui Gol Yang Dicetak Oleh Higuain

Higuain

Higuain yang selalu memberikan kejutan bagi timnya Juventus

Wojciech Szczesny mengatakan gol yang dicetak Gonzalo Higuain masih merasa menghantuinya yang membuat kemenangan tipis untuk tim peraih gelar juara berturut-turut Juventus dalam persaingan Scudetto antara dua tim yang menduduki papan atas musim ini.

Gol yang sangat luar biasa yang di buat oleh Higuain membawa tim asuhan Massimiliano Allegri  memenangan skor 1-0 berhadapan dengan AS Roma saat kedua tim tersebut bertemu di tanggal 17 Desember kemarin. Hasil tersebut memberikan sebuah pukulan untuk klub yang berjuluk Giallorossi, dimana saat ini mereka tertinggal enam poin dibawha Bianconeri dan telah bermain lebih satu laga.

“Untuk hal itu saya tidak ingin bicara, saya merasa nasih sakit hati!.”

“Pertandingan seperti ini mengingatkan saat berhadapan dengan Real Madrid, kami tampi dengan penuh percaya diri di dalam stadion yang sulit, kami bisa mengusai di dalam pertandingan tersebut tapi kami tidak mendapatkan poin.”

post

Francesco Totti ‘Makin Tua Semakian Jadi’

Kapten AS Roma, Francesco Totti telah menginjak umur yang sudah tidak lagi muda, tapi penampilannya disetiap laga Serie A Itali selalu menjadi bahan perhatian lawannya. Memiliki usia 40 tahun. Sangat jarang ada pesepakbola profesional yang bisa mencapai puncak permainannya hingga usia setua itu.

Banyak rekan-rekan pesepakbola lainnya yang menyanjung kehebatan dari kapten srigala Roma itu. Penampilannya selalu memberikan pengaruh besar pada timnya itu. Menjadi seorang kapten dan gelandang serang yang memerlukan tenaga ekstra dalam bergerak membuat banyak orang iri.

“Ia adalah salah satu contoh pemain sepakbola profesional yang patut di tiru. Meski sudah dimakan usia, tapi ia mampu memberikan pengaruhnya pada tim di lapangan bahkan tidak jarang memberikan kemenangan bagi tim kebanggaannya tersebut,” jelas rekan-rekannya di Roma. Bukan hanya rekan-rekan satu timnya saja yang merasa kagum pada dirinya, tetapi para legend seperti Maradona juga memberikan sanjungan setinggi langit pada Totti.

Melihat usianya yang sudah tidak ideal untuk pemain sepakbola profesional, saat ini frekuensi penampilannya telah jauh berkurang tapi semua itu dilakukan bukan berarti kemampuan sang kapten berkurang, bahkan sebaliknya semakin tua dirinya semakin menjadi-jadi dalam kemampuannya mengolah bola serta mengontrol jalannya permainan bagi timnya.

as-roma

“Totti akan menjadi seorang legenda AS Roma. Kesetiaannya terhadap tim dan selalu menggunakan tenaganya dalam meraih kemenangan adalah contoh bagus bagi para pemain sepakbola lainnya,” tegas Luciano Spalleti yang merupakan pelatih Roma saat ini. Bersama pelatih tersebut kini srigala Roma berhasil merangkak naik ke posisi 3 besar klasemen Liga Itali.

Meskipun Totti sering duduk di bangku cadangan bahkan tidak jarang dirinya tidak masuk daftar lineup tapi kontribusinya bersama Giallorossi patut diberikan acungan jempol. Dia adalah sosok pemain yang bisa memberikan arahan kepada rekannya dan mampu mengangkat semangat tim ketika berada didalam kesulitan untuk mengejar ketinggalan gol.

Tanggapan Totti

Menanggapi banyaknya sanjungan dari para rekan-rekannya dan pemain sepakbola profesional lainnya, ia memberikan tanggapan yang penuh dengan keramah-tamahannya. Senyum khasnya kepada media saat dimintai keterangannya menunjukkan Totti benar-benar menjadi sosok pemain panutan.

Usianya sudah tidak muda lagi dan tidak ada yang sampai kapan dirinya akan terus bermain sepakbola bersama Roma. Hanya dirinya sajalah yang bisa mengetahui sampai kapan ia akan berhenti dari dunia sepakbola dan menggantungkan sepatunya. Bersiap menjadi seorang legenda Roma adalah impiannya sedari kecil dan kini impiannya itu bisa terwujud jika ia memutuskan untuk mundur dari sepakbola.

totti

“Saya tidak tahu kapan harus berhenti bermain sepakbola. Mungkin 2 tahun lagi saya akan pensiun tapi saya juga tidak berjanji kepada kalian karena sampai sekarang ini saya masih mencintai sepakbola,” tandas Fracesco Totti kepada awak media lokal di Italia. Jumpa persnya itu berlangsung sangat santai, ia memberikan tanggapan-tanggapan atas pertanyaan dari wartawan dengan candaan-candaan ringan.

Kata Spalleti

Pelatih AS Roma, Luciano Spalleti memberikan rasa hormat kepada Totti setinggi-tingginya. Menurut pelatih berkepala pelontos itu, ia merupakan salah satu pemain paling berpengaruh di tim oleh karena itulah banyak legenda sepakbola yang selalu memberikan sanjungan kepadanya.

“Usia bukanlah menjadi alasan bagi dirinya untuk mundur dari sepakbola. Totti semakin menjadi-jadi disaat usianya sudah tidak muda lagi dan ini bisa menjadi contoh baik bagi yang lainnya,” ungkap Spalleti.

“Saya bisa memahami kecintaannya terhadap tim ini, tapi sebenarnya ini bisa menjadi kabar buruk juga bagi para pemain muda. Dengan begitu mereka akan menganggap usia mereka akan bisa melebihi Totti padahal regenerasi harus tetap ada pada sebuah tim,” jelas pelatih yang saat ini sukses mengangkat derat Roma ke tiga besar klasemen Serie A Liga Itali.

post

Montolivo Di Doakan Mati

Pemain berusia 31 tahun, Riccardo Montolivo mengalami cedera parah dan yang paling parahnya lagi, beberapa orang medoakan pemain tersebut dengan doa-doa tidak pantas. Cedera otot ligamen yang sangat parah itu sempat membuat dirinya merasa frustasi, apalagi di tambah beberapa tekanan dari para orang tidak bertanggung jawan yang menginginkan pemain AC Milan itu semakin parah cederanya bahkan mati.

Pertarungan di Serie A Liga Itali memang cukup keras, tidak jarang terjadi benturan atau kontak fisik yang cukup keras. Dalam akun twitter pribadinya ia mengatakan “Cedera ini membuat furstasi yang cukup dalam.” Para nitizen pun berkomentar dan menebak-nebak apakah karirnya akan berakhir di usia ke-31.

Selain itu, Montolivo juga menuliskan pada akun pribadinya bahwa ia mengucapkan terimakasih kepada semua orang-orang baik yang di kenalnya maupun tidak yang telah mendoakannya untuk kesembuhannya itu. Tapi di lain sisi ia juga turut mengucapkan terimakasih kepada para suporter sepakbola Liga Itali yang tidak suka dengan dirinya dan mendoakan kematian atas dirinya.

Cederanya pemain sarat pengalaman itu benar-benar membuat skuad AC Milan merasa kehilangan. Di perkirakan cedera parah yang dialami Montolivo akan merusak karirnya di dunia sepakbola. Seandainyapun sembuh ia harus beristirahat kurang lebih selama 5 bulan.

“Dia (Montolivo) adalah pemain luar biasa di tim kami. Cidera yang menimpa dirinya, saya yakin bukanlan akhir dari karirnya dan kami seluruh tim akan selalu mendoakan kesembuhannya,” ujar sang pelatih Vicenzo Montela.

Meskipun ada beberapa orang yang tidak sendang dengannya dan mendoakan kematian, tidak sedikit juga yang bersimpati dan memberikan dorongan moril kepada Montolivo untuk bisa segera bangkit dari cedera parah yang dialaminya itu.

Bukan hanya pelatih AC Milan saja yang mendoakannya agar cepat bisa pulih. Kapten AS Roma, Francisco Totti juga turut memberikan semangat kepada rekannya di tim nasional Italia tersebut.

“Saya cukup sedih melihat Montolivo harus terbaring di meja operasi. Saya berharap ia mampu mengalahkan cederanya itu dan kita bisa bertanding bersama lagi,” kata Totti ketika di tanya media beberapa hari lalu.

Kapten AS Roma itu memang berteman sangat akrab sekali dengan Montolivo. Tidak jarang mereka berdua kepergok wartawan melakukan pesta di salah satu rumah dari mereka.

Montolivo Pulih Dalam Waktu 5 Bulan

riccardo-montolivo

Dokter yang menangani operasi lutut Montolivo memberikan kabar bahwa, operasi telah berjalan sukses dan berhasil. “Kabar gembira untuk jajaran tim AC Milan bahwa ia berhasil dengan operasinya dan bisa pulih dalam jangka waktu 5 bulan,” ucap salah satu dokter di rumah sakit Milan.

Kapten AC Milan sekaligus gelandang serang itu terlihat cukup sumringah karena operasinya berjalan lancar. Kepada media beberapa kali ia melambaikan tangannya melalui kaca di rumah sakit dimana ia di rawat sekarang.

Ahli ligamen yang menangani operasi lutut Montolivo, Profesor Dokter Herbert Schoenhuber mengaku puas dengan perkembangan sang pemain itu. “Dia adalah pemain hebat dan memiliki kemampuan untuk bertahan agar sembuh sangat tinggi, meskipun cederanya termasuk parah,” menurut pernyataan dokter tersebut kepada media.

Ucapan Terimakasih

ac-milan

Setelah operasi yang dijalaninya berjalan lancar dan berhasil, Montolivo mengucapkan banyak terimakasih kepada para rekan-rekannya satu tim maupun para pesepakbola profesional lainnya.

“Saya bisa bertahan menahan rasa sakit dan berjuang untuk kesembuahan cedera ini berkat doa kalian para rekan-rekan serta pesepakbola profesional semuanya. Saya mengucapkan terimakasih atas doa kalian,” ucap Montolivo saat di tanya oleh beberapa wartawan yang diberikan kesempatan untuk mewawancarainya.

Keberhasilannya mengatasi cedera lutunya itu memang membawa angin segar untuk sang pelatih, Montela. Namun i rossoneri harus bersabar sampai 4 atau 5 bulan kedepan jika ingin melihat kembali penampilan sang kapten tersebut.

post

Juventus : Marko Pjaca Cidera, Kami Tidak Panik!

Pimpinan klasemen sementara Liga Itali, Juventus harus rela kehilangan gelandang serang yang memiliki daya jelajah cukup bagus karena cidera. Marko Pjaca mengalami cidera retak tulang fibula. Salah satu andalan pemain tengah yang menjadi langganan starting line-up oleh pelatih Allegri Massimiliano ini, memiliki kelihaian dalam mengatur serangan bersama Hernanes dan Sami Khedira dapat merepotkan pertahanan lawan.

Kabar buruk yang menimpa skuad Allegri ini akan memberikan sedikit menurunya daya gedor si nyonya tua (julukan Juventus). Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, bisa terlihat sang kreator serangan, Pjaca melakukan kombinasi hebat bersama Hernanes dalam membangun serangan dari bawah.

Cideranya pemain berusia 21 tahun ini secara tidak langsung akan menurunkan daya serang yang dimiliki Juventus. Cidera yang di dapat Pjaca bermula ketia ia melakukan sesi latihan bersama tim nasional Kroasia beberapa hari lalu. Dia mengeluhkan rasa sakit pada bagian tulangnya dan terpaksa harus menghentikan latihannya dan masuk kedalam ruang terpisah dari rekan-rekannya di nasional.

Kerja kerasnya dalam menjaga lini tengah dan menjaga aliran bola dari belakang ke depan sangat dibutuhkan oleh tim nasional Kroasia maupun Juventus. “Dia adalah salah satu yang termasuk pemain andalan tim kami, Pjaca mengalami cidera serius dan itu merupakan kabar buruk bagi kami. Tapi saat ini klub masih memiliki banyak pemain bintang lainnya yang siap menggantikan dirinya selama cidera,” tutur Allegri.

marko-pjaca

Perkataan sang pelatih ini menunjukkan bahwa saat ini Juventus memang mengalami kerugian besar akibat cideranya pemain gelandang andalannya. Tapi Juventus bisa mengatasinya meski kehilangan satu pemain penting dalam tim. “Liga Itali memiliki kompetisi yang cukup ketat dan keras jadi kami sudah terbiasa dengan pemain cidera seperti Pjaca dan kami bisa mengatasi lubang di bagian lini tengah,” jelas sang pelatih bertangan dingin itu.

Pjaca adalah pemain dengan paspor Kroasia, umurnya saat ini masih sangat muda sekali namun memiliki kualitas visi misi bagus dalam melakukan sepakbola modern. Bersama rekan-rekannya di Juventus ia adalah sosok yang cukup baik dan memiliki banyak pertemanan. “Retaknya tulang fibula pada kakinya tidak akan mengakhiri karirnya karena ia masih sangat muda dan memiliki kemampuan diatas rata-rata,” tutur sahabatnya, Hernanes.

Berita Bola Terkini Claudio Marchiso Siap Melapis Marko Pjaca

marko-pjaca-juventus

Juntus harus berterimakasih kepada Aleggri karena ia telah tepat dalam membeli beberapa pemain. Cideranya Pjaca sepertinya akan di lapis atau di gantikan oleh gelandang serang yang cukup energik yaitu Claudio Marchiso. Meskipun umurnya tidak lagi muda yaitu 30 tahun, tapi pengalamannya sangat dibutuhkan pada pertandingan-pertandingan penting.

Mengarahkan para juniornya dalam mengolah lapangan tengah agar bisa menjadi lebih solid sangat diharapkan oleh Aleggeri. Peran Marchisio tentunya tidak akan sama dengan Pjaca. Ia akan di pasang untuk menjaga kedalam sebagai pemain jangkar dan memberikan kebebasan kepada Sami Khedira untuk mengeksplorasi lini tengah bersama Hernanes.

Serie A Liga Itali sudah memainkan laga sebanyak 7 kali dan Juventus bertengger di pucuk klasemen sementara dengan raihan poin nyaris sempurna yaitu 18 poin. Hanya mengalami satu kali kekalahan saat menghadapi tuan rumah Inter milan, selebihnya poin penuh berhasi di raih.