post

F.B.C Unione Venezia di Liga Itali selalu menyuguhkan permaianan-permaianan berteknik tinggi. Beberapa hari lalu AS Roma berhasil mengalahkan Inter Milan di Stadion Olimpico. Bermain di kandang sendiri membuat anak asuh Luciano Spalletti bermain bagaikan srigala mengamuk yang merobek lawannya.

Inter Milan menjadi korban keganasan srigala Roma pada tanggal 3/10/2016. Menghajar tim kuat yang berasal dari kota Milan itu dengan skor cukup tipis yaitu 2-1. Kemenangan sempurna ini sangat memberikan keuntungan bagi Roma karena mereka harus menjaga peluang tetap terbuka untuk bisa mengejar poin pemuncak klasemen Liga Itali.

Jadwal Bola Hari Ini di Italia

Permainan yang menawan dan memberikan tontonan menarik bagi pemirsa maupun kedua soporter, benar-benar cukup sengit sekali. Hasil pertandingan kali ini mampu menarik perhatian beberapa pesepakbola profesional lainnya yang ikut menyaksikan lewat bangku penonton. Pertandingan sarat gengsi dan keras membuat jalannya laga tersebut menjadi sangat di tunggu oleh seluruh insan sepakbola dunia.

Meskipun anak asuh Luciano Spalletti keluar sebagai pemenang pada laga kali itu, namun bukan berarti pertandingan berjalan sangat mudah. Butuh perjuangan keras bagi serigala Roma untuk membobol gawang Inter Milan yang di kawal oleh Samir Handanoviv. Sebenarnya Frank De Boer sudah memberikan taktik dan strategis bagus untuk timnya tersebut tapi apa daya, dewi fortuna masih berpihak pada tuan rumah.

Gol Cepat

roma

Sebelum pertandingan ini berlangsung, sudah banyak pengamat yang akan memprediksi ketatnya laga tersebut. Gol cepat yang di lakukan kedua tim menunjukkan betapa seru dan sengitnya laga antara AS Roma versus Inter Milan itu.

Dzeko menjadi pembuka gol cepat pertama pasukan srigala pada menit ke-5 babak pertama. Mendapatkan operan cantik dari rekannya dan langsung berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang. Tanpa kesulitan pemain bernaluri pembunuh itu dengan tenang menceploskan bola ke gawang tim tamu. 1-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah melalui gol cukup cepat.

Gol cepat yang di lakukan oleh Edin Dzeko ini tidak lantas meruntuhkan mental anak asih Frank De Boer. Berselang beberapa menit saja, tim tamu bahkan hampir saja berhasil menyamakan kedudukan melalui tandukan keras dari Cristian Ansaldi berhasil namun di tepis oleh penjaga gawang Roma, Wojciech Szczensy yang bermain gemilang pada pertandingan itu.

Hingga pluit babak pertama di bunyikan, keadaan skor tetap 1-0 untuk kemenanga sementara tuan rumah. Memasuki babak ke-2, Mauro Icardi dan kawan-kawan langsung mendobrak barisan pertahanan tuan rumah yang di galang oleh Konstantinos Manolas. Di paruh babak kedua ini sepertinya Frank De Boer menginstruksikan pemainnya untuk tampil lebih agresif, hal ini dilihat dari intensitas serangan yang lebih sering di lakukan.

Terlalu asik menyerang dan memainkan penguasaan jadwal bola pada lini tengah lapangan, ternyata memberikan peluang bagi Roma untuk mengembangkan permainannya secara perlahan-lahan. Melalui serangan balik cepat dan umpan satu dua yang sangat apik di sisi sayap pertahanan Inter Milan dan di akhiri dengan umpan lambung melengkung ke kotak pinalti berakhir fatal bagi kubu tamu. Gol bunuh diripun terjadi, Icardi menjadi salah satu pemain penyebab papan skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Roma.

Berselang beberapa menit setelah terjadinya gol bunuh diri yang dilakukan oleh Icardi pada menit ke-67, langsung terjadi sebuah gol lagi. Tapi kali ini gawang Wojciech Szczensy yang berhasil dibobol oleh Ever Banega pada menit ke-72. Tidak lama kemudian papan skor pun berubah lagi menjadi 2-1, masih untuk keunggulan Roma.

Skor tersebut terus bertahan sampai bunyi pluit menandakan usai sudah pertandingan menarik pada lanjutan Serie A Liga Itali. Kemenangan mutlak untuk tuan rumah dengan permainan yang sangat bagus dan keras.

Menanggapi Gol Bunuh Diri

Jumpa pers bersama awak media dilangsungkan pada sebuah ruangan yang sudah disiapkan oleh panitia. Banyak wartawan yang menanyakan kepada pelatih Frank De Boer mengenai gol bunuh diri yang dilakukan oleh Mauro Icardi. Menurut pelatih berusia 46 tahun itu, kejadiannya cukup cepat dan ia enggan mencari alasan dalam kekalahan timnya.

spalletti

Bagi Roma, ucapan selamat banyak di layangkan kepada Fransisco Totti dan kawan-kawan. Mereka terlihat merasa puas dengan apa yang sudah di dapat pada laga tersebut. Kemenangan penting guna menjaga peluang dalam merebutkan papan atas pada klasemen Liga Itali.

“Saya sangat bangga dengan apa yang sudah mereka lakukan pada laga ini. Kami layak menang karena bermain lebih bagus dan lebih sabar dalam melakukan beberapa taktik,” Jelas Spalletti kepada awak media seusai laga.