post

Derby Della Madonnina Berakhir Imbang

Laga AC Milan vs Inter Milan dinihari tadi, merupakan laga penutup Serie A pekan ke-13. Pertandingan yang dikenal dengan Derby Della Madonnina tersebut harus berakhir dengan skor imbang, 2-2.

Sejatinya pada laga yang dilangsungkan di San Siro Stadium, San Siro tersebut, i Rossoneri sempat unggul pada menit ke-42 melalui skema serangan balik yang di arsiteki oleh Bonaventura yang mengirimkan umpan manis ke Suso di mulut gawang, tanpa kesulitan Suso berhasil mencetak gol. Namun dibalas oleh Candreva dengan tendangan mematikan dari luar kotak penalti di menit ke-53.

derby della madonnina

Hanya tiga menit berselang, Sosa kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, Ia menerima umpan dari Bacca dan berhasil mengecoh Miranda dan melepaskan tendangan menyusur tanah yang gagal di halau Handanovic.

Kemenangan di depan mata Il Diavolo Rosso harus sirna. Pada masa tambahan waktu, tepatnya di menit ke-92, Ivan Perisic berhasil menyarangkan bola ke gawang Donnarumma. Bermula dari Murillo yang menyambut tendangan sudut dan mengarah ke Perisic.

Satu menit berselang, wasit meniup pluit panjang tanda akhir pertandingan telah usai. Pertandingan pertama Pioli harus berakhir imbang. Ivan Perisic berhasil menjadi pahlawan di menit akhir, yang memaksa derby Della Madoninna jilid ke-217 harus puas berbagi angka.

AC Milan Gagal Merebut Posisi Roma Di Klasemen

Serie A yang telah memasuki pertandingan ke-13, Juventus masih sangat kokoh berada di puncak klasemen dengan raihan 33 poin. Sementara di urutan ke-2, diduki oleh AS Roma dengan 26 poin. Sementara di AC Milan harus puas berada di posisi ke-3 dengan poin yang sama, 26 poin.

Sejatinya tim asuhan Montella bisa mengkudeta posisi Serigala Ibukota, andaikan saja menang pada Derby Della Madoninna. Lantaran sehari sebelumnya, tim asuhan Spalletti harus menelan pil pahit kala bertandang ke Stadio Atleti Azzurri d’Italia, markas Atalanta. De Rossi CS harus pulang tanpa membawa pulang poin, berkat gol Kessie pada masa tambahan waktu, skor 2-1 menutup laga yang berjalan sengit tersebut.

ac milan

Derby Della Madoninna jilid ke-217, sebenarnya di menangkan oleh kubu Merah-Hitam hingga 90 menit. Namun, pada menit akhir menjelang laga berakhir, Ivan Perisic menjadi mimpi buruk i Rossoneri. Berkat tendangannya, yang berawal dari sundulan Murillo, berhasil bersarang ke gawang yang dikawal oleh kiper muda AC Milan, Donnarumma.

Sementara di posisi ke-4 dalam klasemen sementara Serie A dihuni oleh Lazio dengan 25 poin. Atalanta pun naik ke peringkat ke-5 berkat kemenangan melawan AS Roma. Sedangkan urutan ke-6 dan seterusnya secara beruntun yang masuk ke dalam 10 besar, dihuni oleh Torino, Fiorentina, Internazionale, dan Chievo.

Bonaventura: Hasil yang sangat terasa pahit bagi kami

Derby Della Madoninna yang berakhir dengan skor 2-2 dinihari tadi, menghadirkan kekecewaan tersendiri bagi Giacomo Bonaventura, yang merupakan salah satu bintang bagi AC Milan. Bonaventura mengungkapkan bahwa hasil imbang yang kami terima sedikit terasa pahit. Namun semuanya tak berarti negatif.

bonaventura

Gelandang yang kini telah berusia 27 tahun ini menambahkan jika kami bermain dalam permainan yang sangat bagus dan sebenarnya bisa dapat lebih baik lagi. Dirinya secara spesial meminta maaf lantaran tidak dapat memberikan kemenangan untuk sang presiden. Ia tetap optimis bahwa AC Milan mampu bertahan di posisi Liga Champions.

Pemain berpaspor Italia ini meyakini bahwa timnya akan terus menunjukkan keseriusannya dalam kembali ke zona Eropa. Dirinya juga meyakini dengan banyaknya pemain muda yang dimiliki AC Milan, kami akan terus berkembang.

post

Lazio Nyaris Kalah Di Kandang Sendiri

Reporter F.B.C. Unione Venezia settore giovanile melaporkan bahwa Hasil Serie A Liga Itali kali ini menyorot tim yang berasal dari Kota Roma, yaitu Lazio. Tim besar itu nyaris kalah saat menjamu Bologna di kandang sendiri. Di ujung waktu babak ke-2 gol penyelamat tuan rumah baru bisa mengamankan nama baik klub di hadapan publik sendiri.

Disaksikan ribuan tifosinya, anak asuh Simone Inzaghi hampir saja harus menelan kekalahan. Hasil kurang bagus harus diterimanya, bermain imbang 1-1 menjadi hasil akhir yang mengecewakan para tifosi dan para petinggi klub. Di tuntut harus menang agar bisa menyodok ke papan atas pada klasemen Liga Itali nampaknya tidak bisa diwujudkan Marco Parolo dan kawan-kawan.

Bermain dengan pola menyerang sebagai tuan rumah, pasukan biancocelesti justru harus rela kehilangan tiga poin dan cukup dengan tambahan satu poin saja. “Kami memiliki banyak peluang tapi itulah sepakbola, disaat kami mengharapkan menang tapi sekali lagi keberuntungan tidak berpihak pada tim saat ini,” ujar Simone Inzaghi.

Dengan hasil yang kurang bagus ini, pasukan biru langit itu harus puas dengan posisi ke-5 di klasemen sementara Liga Itali. Mendapatkan 4 kali kemenangan, 2 kali bermain imbang dan 2 kali menelan kekalahan membuat biancocelesti mendapatkan total poin 14. Terpaut cukup jauh dengan Juventus yang berada di posisi pertama dengan perolehan poin 21 dari 8 kali pertandingan.

“Hasil pertandingan kali ini memang tidak membuat kami semua puas. Banyak peluang terbuang karena kesalahan kami sendiri dan saya rasa inilah hasil yang pantas untuk kami semua,” jelas Ciro Immobile. Ia merasa cukup kecewa namun tetap relevan dalam memandang jalannya pertandingan yang telah usai itu.

Gol Di Ujung Laga

ciro-immobile

Bermain dengan pola 4-3-3, menempatkan tiga penyerang sekaligus dan satu orang gelandang serang sepertinya tidak membuat rencana Simone Inzaghi berjalan mulus. Klub itu harus rela kebobolan terlebih dahulu pada menit ke-10 yang dilakukan oleh Ibrahima Mbaye yang berawal dari sebuah umpan tendangan bebas.

Gol cepat ini membuat biancocelesti terkejut. Respon yang diberikan Lazio atas gol cepat tersebut sebenarnya cukup baik sekali, beberapa kali pasukan Simone Inzaghi memborbadir petahanan Bologna. Meski penguasaan bola sepanjang babak pertama dikuasi penuh oleh tuan rumah namun tidak sebiji gol pun bisa mereka sarangkan ke gawang tim tamu.

Masuknya Luis Alberto menggantikan Sergej Milinkovic-Savic membuat jalannya pertandingan benar-benar dikuasai oleh Lazio. Simone Inzaghi merubah strateginya dengan menambah daya serang mereka itu. Bologna praktis hanya mampu bertahan sepanjang jalannya pertandingan.

Memasuki menit ke-90 nampak terlintas beberapa raut wajah dari para pemain Lazio semakin tegang. Gol penyelamat biancocelesti barulah bisa cetak pada menit ke-90+7 melalui titik putih. Sag eksekutor Ciro Immobile menyeploskan bola ke gawang Bologna dengan sempurna. Tendangannya mengecoh penjaga gawang, gol ini menjadi penyelamat bagi kubu Lazio dari kekalahan menyakitkan di kandang mereka sendiri.

Tanggapan Simone Inzaghi tentang jadwal bola malam ini

simone-inzaghi

Usai jalannya pertandingan dengan hasil imbang itu, beberapa pemain tuan rumah cukup kecewa dengan apa yang mereka dapatkan. Tambahan satu poin tidak sangat bagus bagi posisi Lazio di klasemen Liga Itali. Simone Inzaghi pun terlihat memberikan semangat kepada anak asuhnya tersebut.

“Tim telah bermain dengan cukup baik, tidak ada kesalah satupun dari mereka. Meskipun menguasai jalannya pertandingan tapi mereka (Bologna) bermain lebih efektif daripada kami. Ini adalah pelajaran berharga agar tidak membuang peluang di setiap menit selama pertandingan berlangsung,” ungkapnya kepada jadwal bola hari ini media di Italia seusai timnya di tahan imbang.

Performa Lazio sebelum jalannya pertandingan cukup baik sekali. Mereka berhasil memenangkan beberapa laga dan kini harus puas berada di urutan lima pada klasemen sementara.

post

Napoli Ingin Puncaki Klasemen Liga Itali

Persaingan klasemen Liga Itali semakin ketat, pemuncak sementara yakni Juventus harus bermain dengan hati-hati jika tidak ingin posisinya di gusur oleh Napoli. Keseriusan pelatih Maurizio Sarri sebagai kepala pelatih Napoli sangat berharap pasukan Massimiliano Allegri tergelincir saat melawan Udinese nanti.

Keseriusan pasukan berseragam biru itu memutuskan untuk fokus pada serie A Liga Itali. Mereka ingin sekali bisa merebut scudetto (gelar juara) pada musim ini. Kekuatan pasukan yang di arsiteki oleh pelatih fenomenal itu mampu berbicara banyak pada liga domestik. Perkembangan pada setiap permainan selalu menunjukkan grafik bagus.

Menanggapi keseriusan yang telah di canangkan oleh pihak klub itu membuat para pemain Napoli akan lebih sulit untuk kalahkan. Sang pelatih selalu memberikan instruksi kepada anak asuhnya itu untuk tidak pernah lelah mengejar bola agar bisa mendapatkan pola permainan.

“Saya selalu menginstruksikan kepada mereka untuk bisa bermain dengan cara berlari, bukan menunggu dan penguasaan bola yang bagus. Ini adalah sebuah strategi mendasar tapi saya selalu mengingatkan mereka akan hal tersebut dan terbukti sampai sekarang penampilan mereka sungguh luar biasa,” jelas Maurizio Sarri.

Statistik Napoli Di Laga Domestik

jose-callejon

Jose Maria Callejon bersama rekan-rekannya selalu bisa berbicara banyak pada setiap laga yang mereka jalani, baik itu domestik maupun Liga Champions. Statistik tim besutan Maurizio Sarri tersebut bisa dibilang cukup sukses sejauh ini dalam meraih setiap poin. Kekuatan tim ini berada di seluruh lini, memanfaatkan kecepatan para pemainnya dan operan-operan pendek mampu memberikan statistik bagus pada setiap laganya.

Meskipun beberapa pekan lalu Napoli baru saja menelan kekalahan pada lanjutan Serie A Liga Itali, saat melawan Atalanta dengan skor tipis 0-1. Tapi banyak pengamat yang menilai permainan anak-anak pasukan biru itu melakukan laga dengan cara yang fantastis dan cukup memukau penonton. “Kini Napoli telah berubah menjadi tim yang patut di perhitungkan. Statistik mereka sangat baik sekali,” terang beberapa pengamat sepakbola di Italia.

Sebelum anak asuh Maurizio Sarri menelan kekalahan melawan Atalanta, timnya itu mampu bermain bagus ketika melakoni tiga laga sebelumnya. Menang 3-1 atas Bologna, imbang melawan Genoa dan kembali menang saat menjamu Chievo dengan skor 2-0. Dari tiga laga itulah Napoli mendapatkan gaya permainan yang sesungguhnya.

Napoli Bukan Tim Kecil

napoli

Kehebatan Napoli sudah terkenal sejak jaman dulu. Klub ini merupakan tim dimana Maradona pernah bermain. Bersama pemain inilah klub yang bermarkas di San Paolo Napoli mendapatkan cukup banyak gelar.

“Kami bukanlah tim kemarin sore! Klub ini memiliki sejarah bagus dalam sepakbola, beberapa pemain legenda pernah berlabuh pada tim ini. Jadi sangat mungkin sekarang ini Napoli bisa mengulang sejarah itu dan kami berharap musim ini menjadi tahun baik kami semua,” ujar Maurizio Sarri.

post

Francesco Totti ‘Makin Tua Semakian Jadi’

Kapten AS Roma, Francesco Totti telah menginjak umur yang sudah tidak lagi muda, tapi penampilannya disetiap laga Serie A Itali selalu menjadi bahan perhatian lawannya. Memiliki usia 40 tahun. Sangat jarang ada pesepakbola profesional yang bisa mencapai puncak permainannya hingga usia setua itu.

Banyak rekan-rekan pesepakbola lainnya yang menyanjung kehebatan dari kapten srigala Roma itu. Penampilannya selalu memberikan pengaruh besar pada timnya itu. Menjadi seorang kapten dan gelandang serang yang memerlukan tenaga ekstra dalam bergerak membuat banyak orang iri.

“Ia adalah salah satu contoh pemain sepakbola profesional yang patut di tiru. Meski sudah dimakan usia, tapi ia mampu memberikan pengaruhnya pada tim di lapangan bahkan tidak jarang memberikan kemenangan bagi tim kebanggaannya tersebut,” jelas rekan-rekannya di Roma. Bukan hanya rekan-rekan satu timnya saja yang merasa kagum pada dirinya, tetapi para legend seperti Maradona juga memberikan sanjungan setinggi langit pada Totti.

Melihat usianya yang sudah tidak ideal untuk pemain sepakbola profesional, saat ini frekuensi penampilannya telah jauh berkurang tapi semua itu dilakukan bukan berarti kemampuan sang kapten berkurang, bahkan sebaliknya semakin tua dirinya semakin menjadi-jadi dalam kemampuannya mengolah bola serta mengontrol jalannya permainan bagi timnya.

as-roma

“Totti akan menjadi seorang legenda AS Roma. Kesetiaannya terhadap tim dan selalu menggunakan tenaganya dalam meraih kemenangan adalah contoh bagus bagi para pemain sepakbola lainnya,” tegas Luciano Spalleti yang merupakan pelatih Roma saat ini. Bersama pelatih tersebut kini srigala Roma berhasil merangkak naik ke posisi 3 besar klasemen Liga Itali.

Meskipun Totti sering duduk di bangku cadangan bahkan tidak jarang dirinya tidak masuk daftar lineup tapi kontribusinya bersama Giallorossi patut diberikan acungan jempol. Dia adalah sosok pemain yang bisa memberikan arahan kepada rekannya dan mampu mengangkat semangat tim ketika berada didalam kesulitan untuk mengejar ketinggalan gol.

Tanggapan Totti

Menanggapi banyaknya sanjungan dari para rekan-rekannya dan pemain sepakbola profesional lainnya, ia memberikan tanggapan yang penuh dengan keramah-tamahannya. Senyum khasnya kepada media saat dimintai keterangannya menunjukkan Totti benar-benar menjadi sosok pemain panutan.

Usianya sudah tidak muda lagi dan tidak ada yang sampai kapan dirinya akan terus bermain sepakbola bersama Roma. Hanya dirinya sajalah yang bisa mengetahui sampai kapan ia akan berhenti dari dunia sepakbola dan menggantungkan sepatunya. Bersiap menjadi seorang legenda Roma adalah impiannya sedari kecil dan kini impiannya itu bisa terwujud jika ia memutuskan untuk mundur dari sepakbola.

totti

“Saya tidak tahu kapan harus berhenti bermain sepakbola. Mungkin 2 tahun lagi saya akan pensiun tapi saya juga tidak berjanji kepada kalian karena sampai sekarang ini saya masih mencintai sepakbola,” tandas Fracesco Totti kepada awak media lokal di Italia. Jumpa persnya itu berlangsung sangat santai, ia memberikan tanggapan-tanggapan atas pertanyaan dari wartawan dengan candaan-candaan ringan.

Kata Spalleti

Pelatih AS Roma, Luciano Spalleti memberikan rasa hormat kepada Totti setinggi-tingginya. Menurut pelatih berkepala pelontos itu, ia merupakan salah satu pemain paling berpengaruh di tim oleh karena itulah banyak legenda sepakbola yang selalu memberikan sanjungan kepadanya.

“Usia bukanlah menjadi alasan bagi dirinya untuk mundur dari sepakbola. Totti semakin menjadi-jadi disaat usianya sudah tidak muda lagi dan ini bisa menjadi contoh baik bagi yang lainnya,” ungkap Spalleti.

“Saya bisa memahami kecintaannya terhadap tim ini, tapi sebenarnya ini bisa menjadi kabar buruk juga bagi para pemain muda. Dengan begitu mereka akan menganggap usia mereka akan bisa melebihi Totti padahal regenerasi harus tetap ada pada sebuah tim,” jelas pelatih yang saat ini sukses mengangkat derat Roma ke tiga besar klasemen Serie A Liga Itali.

post

Hasil Liga Itali : AS Roma Ungguli Inter Milan

F.B.C Unione Venezia di Liga Itali selalu menyuguhkan permaianan-permaianan berteknik tinggi. Beberapa hari lalu AS Roma berhasil mengalahkan Inter Milan di Stadion Olimpico. Bermain di kandang sendiri membuat anak asuh Luciano Spalletti bermain bagaikan srigala mengamuk yang merobek lawannya.

Inter Milan menjadi korban keganasan srigala Roma pada tanggal 3/10/2016. Menghajar tim kuat yang berasal dari kota Milan itu dengan skor cukup tipis yaitu 2-1. Kemenangan sempurna ini sangat memberikan keuntungan bagi Roma karena mereka harus menjaga peluang tetap terbuka untuk bisa mengejar poin pemuncak klasemen Liga Itali.

Jadwal Bola Hari Ini di Italia

Permainan yang menawan dan memberikan tontonan menarik bagi pemirsa maupun kedua soporter, benar-benar cukup sengit sekali. Hasil pertandingan kali ini mampu menarik perhatian beberapa pesepakbola profesional lainnya yang ikut menyaksikan lewat bangku penonton. Pertandingan sarat gengsi dan keras membuat jalannya laga tersebut menjadi sangat di tunggu oleh seluruh insan sepakbola dunia.

Meskipun anak asuh Luciano Spalletti keluar sebagai pemenang pada laga kali itu, namun bukan berarti pertandingan berjalan sangat mudah. Butuh perjuangan keras bagi serigala Roma untuk membobol gawang Inter Milan yang di kawal oleh Samir Handanoviv. Sebenarnya Frank De Boer sudah memberikan taktik dan strategis bagus untuk timnya tersebut tapi apa daya, dewi fortuna masih berpihak pada tuan rumah.

Gol Cepat

roma

Sebelum pertandingan ini berlangsung, sudah banyak pengamat yang akan memprediksi ketatnya laga tersebut. Gol cepat yang di lakukan kedua tim menunjukkan betapa seru dan sengitnya laga antara AS Roma versus Inter Milan itu.

Dzeko menjadi pembuka gol cepat pertama pasukan srigala pada menit ke-5 babak pertama. Mendapatkan operan cantik dari rekannya dan langsung berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang. Tanpa kesulitan pemain bernaluri pembunuh itu dengan tenang menceploskan bola ke gawang tim tamu. 1-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah melalui gol cukup cepat.

Gol cepat yang di lakukan oleh Edin Dzeko ini tidak lantas meruntuhkan mental anak asih Frank De Boer. Berselang beberapa menit saja, tim tamu bahkan hampir saja berhasil menyamakan kedudukan melalui tandukan keras dari Cristian Ansaldi berhasil namun di tepis oleh penjaga gawang Roma, Wojciech Szczensy yang bermain gemilang pada pertandingan itu.

Hingga pluit babak pertama di bunyikan, keadaan skor tetap 1-0 untuk kemenanga sementara tuan rumah. Memasuki babak ke-2, Mauro Icardi dan kawan-kawan langsung mendobrak barisan pertahanan tuan rumah yang di galang oleh Konstantinos Manolas. Di paruh babak kedua ini sepertinya Frank De Boer menginstruksikan pemainnya untuk tampil lebih agresif, hal ini dilihat dari intensitas serangan yang lebih sering di lakukan.

Terlalu asik menyerang dan memainkan penguasaan jadwal bola pada lini tengah lapangan, ternyata memberikan peluang bagi Roma untuk mengembangkan permainannya secara perlahan-lahan. Melalui serangan balik cepat dan umpan satu dua yang sangat apik di sisi sayap pertahanan Inter Milan dan di akhiri dengan umpan lambung melengkung ke kotak pinalti berakhir fatal bagi kubu tamu. Gol bunuh diripun terjadi, Icardi menjadi salah satu pemain penyebab papan skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Roma.

Berselang beberapa menit setelah terjadinya gol bunuh diri yang dilakukan oleh Icardi pada menit ke-67, langsung terjadi sebuah gol lagi. Tapi kali ini gawang Wojciech Szczensy yang berhasil dibobol oleh Ever Banega pada menit ke-72. Tidak lama kemudian papan skor pun berubah lagi menjadi 2-1, masih untuk keunggulan Roma.

Skor tersebut terus bertahan sampai bunyi pluit menandakan usai sudah pertandingan menarik pada lanjutan Serie A Liga Itali. Kemenangan mutlak untuk tuan rumah dengan permainan yang sangat bagus dan keras.

Menanggapi Gol Bunuh Diri

Jumpa pers bersama awak media dilangsungkan pada sebuah ruangan yang sudah disiapkan oleh panitia. Banyak wartawan yang menanyakan kepada pelatih Frank De Boer mengenai gol bunuh diri yang dilakukan oleh Mauro Icardi. Menurut pelatih berusia 46 tahun itu, kejadiannya cukup cepat dan ia enggan mencari alasan dalam kekalahan timnya.

spalletti

Bagi Roma, ucapan selamat banyak di layangkan kepada Fransisco Totti dan kawan-kawan. Mereka terlihat merasa puas dengan apa yang sudah di dapat pada laga tersebut. Kemenangan penting guna menjaga peluang dalam merebutkan papan atas pada klasemen Liga Itali.

“Saya sangat bangga dengan apa yang sudah mereka lakukan pada laga ini. Kami layak menang karena bermain lebih bagus dan lebih sabar dalam melakukan beberapa taktik,” Jelas Spalletti kepada awak media seusai laga.

post

Montolivo Di Doakan Mati

Pemain berusia 31 tahun, Riccardo Montolivo mengalami cedera parah dan yang paling parahnya lagi, beberapa orang medoakan pemain tersebut dengan doa-doa tidak pantas. Cedera otot ligamen yang sangat parah itu sempat membuat dirinya merasa frustasi, apalagi di tambah beberapa tekanan dari para orang tidak bertanggung jawan yang menginginkan pemain AC Milan itu semakin parah cederanya bahkan mati.

Pertarungan di Serie A Liga Itali memang cukup keras, tidak jarang terjadi benturan atau kontak fisik yang cukup keras. Dalam akun twitter pribadinya ia mengatakan “Cedera ini membuat furstasi yang cukup dalam.” Para nitizen pun berkomentar dan menebak-nebak apakah karirnya akan berakhir di usia ke-31.

Selain itu, Montolivo juga menuliskan pada akun pribadinya bahwa ia mengucapkan terimakasih kepada semua orang-orang baik yang di kenalnya maupun tidak yang telah mendoakannya untuk kesembuhannya itu. Tapi di lain sisi ia juga turut mengucapkan terimakasih kepada para suporter sepakbola Liga Itali yang tidak suka dengan dirinya dan mendoakan kematian atas dirinya.

Cederanya pemain sarat pengalaman itu benar-benar membuat skuad AC Milan merasa kehilangan. Di perkirakan cedera parah yang dialami Montolivo akan merusak karirnya di dunia sepakbola. Seandainyapun sembuh ia harus beristirahat kurang lebih selama 5 bulan.

“Dia (Montolivo) adalah pemain luar biasa di tim kami. Cidera yang menimpa dirinya, saya yakin bukanlan akhir dari karirnya dan kami seluruh tim akan selalu mendoakan kesembuhannya,” ujar sang pelatih Vicenzo Montela.

Meskipun ada beberapa orang yang tidak sendang dengannya dan mendoakan kematian, tidak sedikit juga yang bersimpati dan memberikan dorongan moril kepada Montolivo untuk bisa segera bangkit dari cedera parah yang dialaminya itu.

Bukan hanya pelatih AC Milan saja yang mendoakannya agar cepat bisa pulih. Kapten AS Roma, Francisco Totti juga turut memberikan semangat kepada rekannya di tim nasional Italia tersebut.

“Saya cukup sedih melihat Montolivo harus terbaring di meja operasi. Saya berharap ia mampu mengalahkan cederanya itu dan kita bisa bertanding bersama lagi,” kata Totti ketika di tanya media beberapa hari lalu.

Kapten AS Roma itu memang berteman sangat akrab sekali dengan Montolivo. Tidak jarang mereka berdua kepergok wartawan melakukan pesta di salah satu rumah dari mereka.

Montolivo Pulih Dalam Waktu 5 Bulan

riccardo-montolivo

Dokter yang menangani operasi lutut Montolivo memberikan kabar bahwa, operasi telah berjalan sukses dan berhasil. “Kabar gembira untuk jajaran tim AC Milan bahwa ia berhasil dengan operasinya dan bisa pulih dalam jangka waktu 5 bulan,” ucap salah satu dokter di rumah sakit Milan.

Kapten AC Milan sekaligus gelandang serang itu terlihat cukup sumringah karena operasinya berjalan lancar. Kepada media beberapa kali ia melambaikan tangannya melalui kaca di rumah sakit dimana ia di rawat sekarang.

Ahli ligamen yang menangani operasi lutut Montolivo, Profesor Dokter Herbert Schoenhuber mengaku puas dengan perkembangan sang pemain itu. “Dia adalah pemain hebat dan memiliki kemampuan untuk bertahan agar sembuh sangat tinggi, meskipun cederanya termasuk parah,” menurut pernyataan dokter tersebut kepada media.

Ucapan Terimakasih

ac-milan

Setelah operasi yang dijalaninya berjalan lancar dan berhasil, Montolivo mengucapkan banyak terimakasih kepada para rekan-rekannya satu tim maupun para pesepakbola profesional lainnya.

“Saya bisa bertahan menahan rasa sakit dan berjuang untuk kesembuahan cedera ini berkat doa kalian para rekan-rekan serta pesepakbola profesional semuanya. Saya mengucapkan terimakasih atas doa kalian,” ucap Montolivo saat di tanya oleh beberapa wartawan yang diberikan kesempatan untuk mewawancarainya.

Keberhasilannya mengatasi cedera lutunya itu memang membawa angin segar untuk sang pelatih, Montela. Namun i rossoneri harus bersabar sampai 4 atau 5 bulan kedepan jika ingin melihat kembali penampilan sang kapten tersebut.

post

Di Prediksi Bologna Akan Kalah Melawan Lazio

Prediksi lanjutan dari Serie A Liga Itali antara tuan rumah Lazio akan menjamu tamunya Bologna pada tanggal 16/10/2015 di Stadio Olimpico. Ribuan pendukung fanatik yang akan memadati stadion akan memberikan tekanan besar pada Bologna. Pasukan elang biru (julukan Lazio) sedang dalam kondisi mental sangat bagus untuk membungkam tamunya pada laga ke-8 Liga Itali.

Keadaan terbalik yang dialami oleh kubu Roberto Donadoni. Sebagai pelatih Boliogna ia mengakui bahwa kondisi pemainnya tidak terlalu bagus. “Tim berada di posisi papan tengah dan ini sangat tidak bagus untuk kondisi mental, tapi kita lihat nanti saya sudah membuat kejutan untuk Lazio,” jelas sang pelatih.

Bologna berada di posisi ke-11 pada klasemen sementara Liga Itali dan terpaut hanya tiga poin saja dari Lazio yang berada di peringkat 4. Kemenangan ini wajib bagi Donadoni untuk di dapat jika ingin merangkak naik pada klasemen. Pelatih berumur 53 tahun ini cukup berbahaya dalam menerapkan strategi dan formasi. Namun, sebagian pengamat tetap menhagokan Lazio sebagai pemenangnya.

Prediksi yang diberikan oleh beberapa pengamat lebih memenangkan pasukan Simone Inzaghi karena di untungkan bertindak sebagai tuan rumah. Selain itu, dari beberapa statistik penampilan anak asuhnya menunjukkan perkembangan yang sangat bagus, Peguasaan bola mulai dari belakang sampai depan memiliki rata-rata penguasaan yang sangat bagus.

“Banyak alasan kenapa kami para pengamat sepakbola Liga Itali lebih menjagokan Lazio daripada Bologna. Dilihat dari beberapa kali pertemuan mereka memang cukup imbang tapi kali ini saya memberikan prediksi Ciro Immobile cs akan menang,” jeas beberapa pengamat kepada media lokal di Italia.

Prediksi Menguntungkan Lazio

simone-inzaghi

Prediksi dari pengamat sepakbola di Italia memang memberikan keuntungan pada tim tuan rumah Lazio. Alasan statistik penampilan dari setiap pemain yang meningkat telah menjadi alasan mereka untuk memberikan poin lebih pada tim berjulakan elang biru tersebut. Simone Inzaghi nampaknya akan memberikan kejutan pada menit-menit awal babak pertama, jika strategi ini berhasil dan mampu mencetak gol cepat maka akan membuat  mental pemain Bologna akan semakin runtuh.

Menggunakan formasi 4-4-2 yang lebih memaksimalkan para pemain sayap, menyisir dari sebelah kiri dan kanan pertahan bologna akan cukup merepotkan barisan pertahanan yang di komandoi oleh Emil Krafth. Melihat dari pola serangan yang akan digunakan Izaghi untuk membongkar pertahanan lawan sepertinya akan sangat merepotkan Donadoni dalam menjaga mental pasukannya.

lazio

“Saya merasa yakin Lazio akan memperoleh kemenangan pada laga nanti. Permainan diamond dan serangan dari sayap sesekali akan menjadikan lini tengah Bologna mati kutu,” Ungkap salah satu komentator stasiun tv di Italia. Prediksi-prediksi yang di berikan oleh beberapa pengaman maupun komentator benar-benar sangat menguntungkan sekali bagi anak asuh Simone Inzaghi tersebut.

Serangan Balik Mematikan

Meskipun Bologna banyak mendapatkan prediksi kalah dari media-media di Italia, mereka tetap merasa optimis bisa mendapatkan poin pada laga nanti. Jika dilihat dari keadaan pasukan Donadonis saat ini, kemungkinan besar ia akan mengandalkan serangan balik cepat.

Bologna sendiri memiliki serangan balik yang cukup berbahaya dan patut menjadi perhatian bagi Inzaghi jika tim itu tidak mau kehilangan poin penuh di kandang sendiri. “Kami memang tidak dalam keadaan terbaik, tapi perlu diketahui bahwa kami adalah tim besar dengan sejarah panjang. Serangan balik adalah cara terbaik saat ini dalam menghadapi lawan sekuat mereka,” tamdas Roberto Donadoni pada sela-sela latihannya pada media.

post

AC Milan Berjuang Masuk 5 Besar Klasemen Liga Itali

Meskipun sekarang ini Liga terbaik di pegang oleh Liga Inggris, tapi nampaknya Serie A Liga Itali memiliki daya tarik tersendiri bagi para pendukung klub negara tersebut. Bisa dilihat ketatnya persaingan pada klasemen sementara menunjukkan bahwa liga tersebut berjalan sangat kompetitif sekali.

Beberapa nama klub yang memiliki nama dan sejarah berpacu dan berlomba untuk menjadi yang nomer satu di negeri pizza tersebut. Juventus, AS Roma, Lazio, Napoli, Inter Milan dan AC Milan merupakan klub besar yang saat ini berusaha menjadi memuncaki klasemen sementara.

AC Milan saat ini sedang berjuang agar bisa meramaikan posisi 5 besar klasemen sementara. Sampai laga ke-7, tim besutan Vicenzo Montella itu belum mampu menembus 5 besar. Posisi ke-6 harus menjadi posisi terbaik klubnya hingga pertandingan ke-7 ini. Mendapatkan tiga kali kemenangan, satu kali imbang dan yang terakhir harus menerima satu kali kekalahan dari tuan rumah Udinese.

vicenzo-montella

Performa Riccardo Montolivo dan kawan-kawan sebenarnya tidaklah buruk hanya saja persaingan Seri A Liga Itali benar-benar sangat ketat. Dalam jumpa persnya ia memberikan penjelasannya kenapa tim yang dibelanya tersebut sangat sulit menembus lima besar pada klasemen.

“Pelatih dan pemain semuanya sudah bekerja sangat keras untuk memberikan permainan yang menghibur untuk para pendukung kami. Selain itu kami juga selalu beruusaha agar bisa mencetak gol pada menit-menit pertama agar menjatuhkan mental lawan, tapi keadaan di Serie A cukup ketat,” jelasnya kepada awak media lokal di Italia.

Menatap Kemenangan Atas Chievo

milan

Pekan yang akan datang pasukan I Rossoneri (julukan AC Milan) akan bersiap menhadapi Chievo. Jika Riccardo Montolivo berhasil menjinakkan lawannya itu maka peringkatnya akan naik ke posisi lima pada klasemen sementara. Memiliki poin yang sama telah membuat peluan bagi tim yang berada di Kota Milan ini merangsek ke papan atas.

Dalam lima pertandingan terakhir melawan Cheivo, anak asuh Montella berhasil memenangkannya sebanyak tiga kali dan dua kali bermain imbang. Ini berarti dalam lima pertemuan terakhir, I Rossoneri belum pernah mengalami kekalahan dari Chievo. Kemungkinan besar AC Milan akan bermain agresif agar bisa mendongkrak peringkatnya pada klasemen.

“Tim sudah sangat siap dalam laga selanjutnya melawan Chievo. Kami melakukan banyak latihan bersama pelatih dan semua rekan-rekan dalam kondisi 100% siap tanding,” pungkas sang kapten, Montolivo. Dalam menjawab pertanyaan beberapa awak media lokal, ia juga memberikan peringatan kepada rekannya agar bermain waspada karena Chievo bukanlah tim sembarangan.

Persaingan di Liga Itali menjadi sangat seru karena perolehan poin mulai dari posisi satu sampai sebelas hanya terpaut poin yang tidak terlalu jauh. Ini artinya semua tim masih memiliki kesempatan yang sama dalam memperbaiki posisinya di klasemen, termasuk AC Milan yang kini sedang berusaha keras agar bisa masuk ke lima besar.

post

Prediksi : Napoli Siap Lakoni Laga Melawan Roma

Napoli unggul satu poin dari As Roma pada lanjutan Serie A Liga itali. Kedua tim ini akan bertemu pada laga ke-8 pekan ini. Pertarungan dua klub besar tersebut bisa dipastikan berlangsung sangat seru dan sengit. Kemungkinan besar Napoli yang bertindak sebagi tuan rumah akan membuka serangan sejak menit-menit awal.  Tapi nama besar Roma tidak akan memberikan ruang gerak kepada lawannya tersebut.

Napoli saat ini di latih oleh Maurizo Sarri, beberapa hari lalu timnya harus mengakui kehebatan Atalanta dengan skor 0-1. Mengalami kekalahan disaat memerlukan kemenangan pada laga pekan lalu, nampaknya tidak akan di ulangi lagi, pasalnya sekarang yang di hadapinya adalah sebuah klub besar yang bermarkas di Kota Roma. Pelatih mereka, Maurizo tidak akan memberikan poin kepada F. Totti cs apalagi pertandingan kali ini di langsungkan di kandang sendiri.

Komentator sepakbola Itali memberikan beberapa prediksinya mengenai pertandingan seru ini. Kebanyakan dari mereka lebih memenangkan Napoli atas pertandingan nanti. Skor yang di pasang tidak tanggung-tanggung yakni 3-1 untuk kemenangan tuan rumah Napoli. Meski begitu, bursa taruhan lebih condong memenangkan As Roma dengan skor tipis 0-1. Prediksi-prediksi itu di muat di beberapa media olahraga lokal Italia dan menjadi laga yang paling ditunggu oleh masyarakat disana.

Head To Head

Dilihat dari head to head kedua tim Roma berhasil mempecundangi Napoli sebanyak 3 kali dari 5 pertemuan kedua klub tersebut. Tapi meskipun dilihat dari statistik 5 pertemuan mereka, Totti dan kawan-kawan hanya mampu memenangkan pertandingan dengan skor cukup tipis serta hanya sekali bermain imbang.

as-roma

Dalam sebuah jumpa persnya Maurizo Sarri memberikan komentar atas laga yang akan dimainkan pekan ini “Pemain sudah sangat siap pada laga nanti. Keuntungan bagi kami karena bermain di kandang sendiri di tambah beberapa pemain penting kami telah pulih dari cedera.”

“Meskipun kami memiliki hasil yang kurang bagus dalam 5 pertemuan terakhir, tapi saat ini kekuatan kami berbeda,” tutur Maurizo ketika di tanya beberapa awak media. Dari 5 kali pertemuan Napoli hanya mampi memenangkan satu kali dengan skor 2-0 pada tahun 2014. Demi memperbaiki rekor pertemuan dengan Roma, tuan rumah akan bermain habis-habisan mulai dari menit pertama.

Prediksi Formasi

napoli

Liga Itali adalah salah satu kompetisi sepakbola yang cukup populer di dunia. Kompetisinya penuh dengan kecepatan, keras dan para pemainnya memiliki teknik tinggi. Sepertinya kemungkinan besar dalam menghadapi laga yang masih panjang ini, beberapa pemain As Roma akan di rotasi demi kebugaran para pemiannya.

Formasi 4-2-3-1 bisa menjadi andalan bagi Spalletti untuk menundukkan tuan rumah. Dua gelandang bertahan, tiga gelandang serang yang sesekali bisa saja bermain melebar dan satu penyerang dengan visi misi bermain cukup bagus yaitu, Edin Dzeko. Pemain berumur 30 tahun itu, meskipun sudah tidak lagi muda tapi masih memiliki nali mencetak gol yang cukup bagus dan berbahaya bagi penjaga gawang lawan.

Sementara itu, dari kubu tuan rumah di prediksi akan menggunakan pola permainan cepat dan tampil menyerang. Mengusung formasi 4-3-3 sebenarnya sudah cukup bagus, karena tim akan bermain agresif dengan menekan lini tengah hingga petahanan anak asuh Spalleti. Callejon dan Insigne yang menjadi penyerang sayap akan di perkirakan akan bermain melebar untuk membuka pertahanan Roma yang di galang oleh Fazio dan Manolas.

Melebarnya dua penyerang sayap ini otomatis akan membuyarkan konsentrasi tembol besar pertahanan dari Roma. Jika prediksi ini benar, maka kemungkinan besar Spalletti akan menginstruksikan agar bisa melakukan serangan balik cepat dengan menekankan serangan dari sisi tengah lapangan.

post

Juventus : Marko Pjaca Cidera, Kami Tidak Panik!

Pimpinan klasemen sementara Liga Itali, Juventus harus rela kehilangan gelandang serang yang memiliki daya jelajah cukup bagus karena cidera. Marko Pjaca mengalami cidera retak tulang fibula. Salah satu andalan pemain tengah yang menjadi langganan starting line-up oleh pelatih Allegri Massimiliano ini, memiliki kelihaian dalam mengatur serangan bersama Hernanes dan Sami Khedira dapat merepotkan pertahanan lawan.

Kabar buruk yang menimpa skuad Allegri ini akan memberikan sedikit menurunya daya gedor si nyonya tua (julukan Juventus). Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, bisa terlihat sang kreator serangan, Pjaca melakukan kombinasi hebat bersama Hernanes dalam membangun serangan dari bawah.

Cideranya pemain berusia 21 tahun ini secara tidak langsung akan menurunkan daya serang yang dimiliki Juventus. Cidera yang di dapat Pjaca bermula ketia ia melakukan sesi latihan bersama tim nasional Kroasia beberapa hari lalu. Dia mengeluhkan rasa sakit pada bagian tulangnya dan terpaksa harus menghentikan latihannya dan masuk kedalam ruang terpisah dari rekan-rekannya di nasional.

Kerja kerasnya dalam menjaga lini tengah dan menjaga aliran bola dari belakang ke depan sangat dibutuhkan oleh tim nasional Kroasia maupun Juventus. “Dia adalah salah satu yang termasuk pemain andalan tim kami, Pjaca mengalami cidera serius dan itu merupakan kabar buruk bagi kami. Tapi saat ini klub masih memiliki banyak pemain bintang lainnya yang siap menggantikan dirinya selama cidera,” tutur Allegri.

marko-pjaca

Perkataan sang pelatih ini menunjukkan bahwa saat ini Juventus memang mengalami kerugian besar akibat cideranya pemain gelandang andalannya. Tapi Juventus bisa mengatasinya meski kehilangan satu pemain penting dalam tim. “Liga Itali memiliki kompetisi yang cukup ketat dan keras jadi kami sudah terbiasa dengan pemain cidera seperti Pjaca dan kami bisa mengatasi lubang di bagian lini tengah,” jelas sang pelatih bertangan dingin itu.

Pjaca adalah pemain dengan paspor Kroasia, umurnya saat ini masih sangat muda sekali namun memiliki kualitas visi misi bagus dalam melakukan sepakbola modern. Bersama rekan-rekannya di Juventus ia adalah sosok yang cukup baik dan memiliki banyak pertemanan. “Retaknya tulang fibula pada kakinya tidak akan mengakhiri karirnya karena ia masih sangat muda dan memiliki kemampuan diatas rata-rata,” tutur sahabatnya, Hernanes.

Claudio Marchiso Siap Melapis Marko Pjaca

marko-pjaca-juventus

Juntus harus berterimakasih kepada Aleggri karena ia telah tepat dalam membeli beberapa pemain. Cideranya Pjaca sepertinya akan di lapis atau di gantikan oleh gelandang serang yang cukup energik yaitu Claudio Marchiso. Meskipun umurnya tidak lagi muda yaitu 30 tahun, tapi pengalamannya sangat dibutuhkan pada pertandingan-pertandingan penting.

Mengarahkan para juniornya dalam mengolah lapangan tengah agar bisa menjadi lebih solid sangat diharapkan oleh Aleggeri. Peran Marchisio tentunya tidak akan sama dengan Pjaca. Ia akan di pasang untuk menjaga kedalam sebagai pemain jangkar dan memberikan kebebasan kepada Sami Khedira untuk mengeksplorasi lini tengah bersama Hernanes.

Serie A Liga Itali sudah memainkan laga sebanyak 7 kali dan Juventus bertengger di pucuk klasemen sementara dengan raihan poin nyaris sempurna yaitu 18 poin. Hanya mengalami satu kali kekalahan saat menghadapi tuan rumah Inter milan, selebihnya poin penuh berhasi di raih.